nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Karangetang Keluarkan Asap Tebal Setinggi 700 Meter

Subhan Sabu, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 08:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 11 340 2065169 gunung-karangetang-keluarkan-asap-tebal-setinggi-700-meter-6vFApWVlqq.jpg Gunung Api Karangetang. (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

MANADO – Gunung Api Karangetang yang berada di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengeluarkan asap kawah bertekanan kuat berwarna putih. Asap tersebut memiliki intensitas tebal dan tinggi 700 meter di atas puncak kawah.

"Kawah utama mengeluarkan asap putih tebal dengan tekanan gas kuat setinggi 700 meter dan Kawah Dua setinggi 600 meter dari atas puncak kawah," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang Yudia Tatipang, Selasa (11/6/2019).

(Baca juga: Gunung Karangetang Dilanda 161 Kali Gempa, PVMBG Rekomendasikan Ini)

Pukul 00.33 Wita terdengar bunyi guguran lava lemah sampai sedang. Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,25 mm, dominan 0,25 mm, dari gunung dengan ketinggian 1.784 meter dari permukaan laut itu.

"Saat ini Gunung Karangetang berada pada status Level III (Siaga)," kata Tatipang.

Gunung Karangetang. (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

Ia mengatakan, masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan diminta tidak mendekat, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di zona perkiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

(Baca juga: Selain Karangetang, Ini 7 Gunung Api Aktif di Sulut yang Patut Diwaspadai)

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang juga dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Kemudian warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini