
Ia menerangkan bahwa peran oposisi lebih cendrung bisa memainkan emosional masyarakat lantaran kerap berpihak kepada rakyat dengan mengkritisi jalannya pemerintahan.
"Kalau kemudian peran-peran yang dimainkan maksimal, oposisinya piawai dan mahir membaca sentimen, apa yang dibutuhkan, ada yang dikehendaki masyarakat, bisa mewakili perasaan rakyat, itu kemudian oposisi akan memenangkan kekuasaan," ujarnya.
"Nah sejauh yang saya cermati, kekuatan oposisi tidak mampu memenangkan kekuasaan karena tidak mampu menjadi penyambung lidah yang peran-peran yang dimainkan. 10 tahun Gerindra beroposisi ini harus menjadi evaluasi. Berbeda dengan PDIP, 10 tahun beroposisi, beliau bisa memenangkan kekuasaan," bebernya.
Menurut Pagi, pihak oposisi akan selalu diuntungkan bila citra pemerintah menjadi jelek karena adanya kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.