Dengan begitu, menurutnya pihak oposisi akan menjadi pihak check and balances untuk roda pemerintahan lima tahun kedepannya. Hal itu diperlukan untuk sebuah negara yang menganut sistem demokrasi.
"Tidak perlu bergabung ke koalisi Jokowi-KH Ma'ruf. Tetap jadi oposisi saja," tutur Taufiqulhadi.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Ingin Pemuda Dibentengi Ideologi Pancasila yang Kokoh
Sekadar diketahui, partai politik seperti PAN, Demokrat dan Gerindra belakangan ini santer disebut-sebut akan merapat ke barisan Jokowi setelah penetapan resmi KPU.
Padahal disisi lain, beberapa partai itu ketika masa kampanye merupakan rival dari pasangan Jokowo-Ma'ruf. Apalagi, kader-kader partai itu terkadang melontarkan kritik pedas ke pasangan tersebut.
(Angkasa Yudhistira)