nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mayat Perempuan dalam Parit Ternyata Alumni IPB

Antara, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 07:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 23 525 2082333 mayat-perempuan-dalam-parit-ternyata-alumni-ipb-xLYXFWtnso.JPG Keluarga korban usai melihat hasil visum di rumah sakit (Foto: Antaranews)

SUKABUMI - Jasad perempuan diduga korban pembunuhan yang ditemukan di pinggir sawah, tepatnya di Kampung Bungbulang Selaeurih, Kota Sukabumi, Jawa Barat ternyata merupakan lulusan D III Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Keponakan saya ini informasinya hendak pulang dari Bogor ke rumahnya di Cianjur, Jabar setelah mendaftar untuk melanjutkan kuliah S1 di IPB. Namun, pada Minggu (21/7) malam kami kehilangan kontak tahu-tahu dapat kabar bahwa ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan," kata paman korban Gunalan, saat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dikutip dari Antaranews, Selasa (23/7/2019).

Menurutnya, sebelum hilang kontak keluarga dan rekan korban sempat berkomunikasi, dan korban saat itu merasa ketakutan karena kendaraan umum yang dinaikinya dalam kondisi kosong dari arah Bogor menuju Cianjur.

Namun, setelah pukul 22.00 WIB pada Minggu 21 Juli 2019 lalu nomor ponsel korban tidak bisa dihubungi lagi dan langsung hilang kontak, sebab tidak ada kabar, pihak keluarga langsung mencoba melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Tapi, pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum digegerkan dengan penemuan mayat perempuan nyaris bugil di pinggir sawah di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum.

Temuan jenazah wanita ini juga sampai ke telinga keluarga korban, bahkan hasil penelusuran posisi terakhir signal ponsel milik alumni IPB ini berada di Sukabumi. Tentu semakin menguatkan kecurigaan keluarga korban untuk datang ke Sukabumi, dan benar saja saat jasad wanita itu adalah Amelia Ulfa (22).

Ilustrasi Police Line

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan memang dari hasil autopsi dan visum et repertum oleh dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, sebelum meninggal korban mengalami kekerasan fisik terlebih dahulu.

"Kami curiga Amel diculik dan dirampok, kemudian jasadnya dibuang di Sukabumi dan mudah-mudahan Amel bukan korban perkosaan. Karena saat ditemukan barang miliknya hilang seperti handphone, laptop dan lainnya hanya tersisa uang Rp1.000," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini