Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKB Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Hasil Ijtima Ulama IV

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Senin, 05 Agustus 2019 |15:47 WIB
PKB Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Hasil Ijtima Ulama IV
Abdul Kadir Karding
A
A
A

JAKARTA - Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama mengadakan Ijtima Ulama IV yang berlangsung di Hotel Lorin Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hari ini. Kegiatan itu bakal membahas perpolitikan usai Pemilu 2019 berlalu.

Mengenai hal itu, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding meminta agar masyarakat tak perlu terpengaruh mengenai hasil dari Ijtima Ulama IV. Apalagi Karding melihat kredibilitas mereka sebagai ulama belum diketahui seperti apa.

"Saya kira masyarakat tidak perlu terpengaruh. Karena saya kira kredibilitas keulamaan mereka itu kita tidak tahu seperti apa," kata Karding kepada Okezone di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Ijtima Ulama IV (Foto: Putra/Okezone)

Karding menjelaskan sejak awal adanya Ijtima Ulama, dia sudah menduga hanya akan menjadi sebuah kepentingan politik di Pemilu 2019.

"Dan sangat jelas dari semua yang ada akhir-akhir ini dan kita lihat bahwa tujuan mereka sebetulnya adalah tujuan politik," ujar dia.

Baca Juga: Ijtima Ulama IV Bahas Pemulangan Habib Rizieq

Baca Juga: Hanura Sodorkan 40 Nama Kadernya ke Jokowi untuk Jadi Menteri

Bahkan, Mantan Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) ini menyebut gerakan Ijtima sangat kontraproduktif lantaram tak sesuai dengan Pancasila dan NKRI.

"Tapi kalau melihat dari track record gerakannya selama ini kecendrungannya gerakan mereka adalah kontraprudkitf dengan Pancasila dan NKRI," kata dia.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement