"Bagi kami di Pemuda Muhammadiyah, bangsa ini memang penting memiliki panduan seperti GBHN di masa lalu," jelas Cak Nanto.
Baca juga: Pengamat: Percuma Ada GBHN kalau Elite Politik Masih Suka Korupsi
Cak Nanto menambahkan, saat ini di Indonesia ada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagai panduan pembungan Nasional.
Namun, kata dia, RPJP dan RPJM tidak cukup karena penekannya pada aspek pembangunan fisik. padahal semangat pembangunan bangsa yang diutamakan adalah pembangunan jiwa baru kemudian fisik.
"Dalam konteks munculnya wacana mengembalikan GBHN menemukan relevansinya, karena memang GBHN mengandung semangat nasionalisme, patriotisme, kemandirian karena semangat pembangunan dalam GBHN semuanya dimaksudkan untuk kepentingan bangsa, rakyat dan negara," tutur Cak Nanto.