Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kaltim Akan Jadi Ibu Kota Baru, Provinsi Lain Dilarang "Saling Sikut"

Amir Sarifudin , Jurnalis-Sabtu, 31 Agustus 2019 |10:30 WIB
Kaltim Akan Jadi Ibu Kota Baru, Provinsi Lain Dilarang
Ilustrasi Desain Tata Ruang Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur (foto: Dokumentasi PUPR/Ist)
A
A
A

BALIKPAPAN – Usai ditetapkannya Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibu Kota Negara (IKN), tiga provinsi yakni Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim) akan bertemu untuk membahas kepentingan bersama guna melakukan sinergitas yang lebih baik dan lebih masif.

Mereka berkomitmen untuk menghindari "saling sikut" kepentingan selama proses pemindahan ibu kota. Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan salah satu yang akan dibahas kerjasama yang lebih baik dan menghindari persaingan dalam pemenuhan kebutuhan daerah terutama kaitan dengan persiapan pembangunan IKN di Kaltim.

Infografis Ibu Kota Baru (foto: Okezone)	 

Selama ini menurut Longki kebutuhan pokok maupun lainnya seperti batu gunung, Kaltim rata-rata mendatangkan dari Sulawesi, Jawa maupun daerah lainnya.

“Mudah-mudahan Gubernur Kaltim dan saya, Gubernur Sulsel akan mencegah itu, supaya semua merasa terbedayakan, baik dari pengusaha maupun masyarakat, khususnya masyarakat Kaltim,” kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola usai membuka Pra-Munas APPSI 2019 di Balikpapan.

“Karena biasa biasanya kalau sudah seperti ini ada peluang yang luar biasa terjadilah persangaian-persaingan yang tidak sehat, biasanya seperti itu, nah ini yang kita akan cegah,” urai dia.

Dia mengungkapkan, selama ini Sulteng selalu menyuplai kebutuhan pokok mulai dari dari bahan pangan yakni sayur-sayuran, buah-buahan, termasuk material untuk bangunan yang dikirim melalui kapal feri, karena jaraknya dekat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement