Dalam kasus penusukan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Budi memastikan bahwa pelaku termasuk jaringan kelompok JAD Bekasi. Bahkan, kata dia, pelaku sudah dipantau sejak tiga bulan terakhir.
Pelaku kata dia, sebelumnya berada di Kediri kemudian pindah ke Bogor tiga bulan lalu. "Kemudian dari Bogor pindah ke Menes, (Pandeglang, Banten) karena cerai dengan istri pertama. Di Menes dia menikah lagi," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan peristiwa itu tak ada kaitannya dengan pelantikan presiden terpilih.
"Enggak-enggak," kata Ryamizard di Rindam XVIII Cenderawasih, Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019), saat ditanyata wartawan apakah ada kaitan penusukan wiranto dengan pengamanan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.
Ryamizard menjelaskan, pengamanan proses pelantikan Jokowi dan KH Ma'ruf Amin sudah dibahas dengan matang. "Ya lantik saja, memang kenapa? Aman," kata dia.