JAKARTA - Direktur Eksekutif Al Wasath Institute, Faozan Amar mengatakan seorang pemimpin harus memiliki basis spiritualitas yang kuat serta kemampuan intelektualitas yang baik. Dengan begitu, setiap permasalahan yang ada akan dihadapi dengan mudah dan cermat.
Menurut dia, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin telah memiliki dua hal itu sehingga sangat tepat untuk memimpin bangsa ini. "Pak Jokowi-KH Ma'ruf memiliki keduanya," ucap Faozan dalam siaran persnya, Sabtu (19/10/2019).
Faozan mengatakan itu di sela acara diskusi publik bertajuk 'Basis Spiritual Studi Sukses Memimpin Negeri' yang diselenggarakan Al Wasath Institute dengan BEM UHAMKA di Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019.

Dia meyakini pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 berlangsung aman dan damai. Karenanya, ia mengajak semua pihak mendoakan perhelatan akbar tersebut. "Insya Allah berjalan aman, mari kita doakan," ucapnya.
Di sisi lain, Faozan mengatakan mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan. Mereka perlu terus melatih diri agar kuat dalam spiritualitas dan cakap dalam intetelektualitas. Dengan demikian, bangsa ini tidak akan kehabisan stok terbaik calon pemimpin masa depan.
"Manfaatkan waktu selagi muda. Terus gali potensi diri dan diperkuat basis spiritualnya," ucapnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan kunci sukses seorang pemimpin terletak pada basis spiritualitas. Pemimpin juga mesti memperluas wawasan dengan terus belajar. Dengan begitu terciptalah keseimbangan spiritual dan intelektual.
Baca Juga : Gerindra Masih Galau untuk Jadi Koalisi atau Oposisi Jokowi
Mu'ti menuturkan, mahasiswa juga mesti memiliki eksistensi dan mampu jadi pemimpin. Dia meminta mahasiswa tak sekadar ikut-ikutan sesuatu tanpa tahu maknanya. Mahasiswa harus mengetahui apa yang ia kerjakan dan harus menjadi penentu arah bangsa ini.
"Karena itu mahasiswa harus punya eksistensi. Bukan hanya sekedar menjadi aktivis tapi menjadi pemimpin. Kalau ikut demo harus menjadi penentu bukan sekedar ikut-ikutan. Garang di lapangan tapi giliran kena gas air mata dan ditahan polisi nangis-nangis minta dibebaskan”, ujar dia disambut tawa peserta.
Acara diskusi ini turut menghadirkan narasumber lainnya, yakni Wakil Dekan FKIP UHAMKA Izza Rohman, Sekjen DPP IMM Robby Karman dan Presiden BEM UHAMKA Arif Rachman.
(Angkasa Yudhistira)