Seorang sukarelawan di kamp mengatakan kepada BBC bahwa mereka melihat pria Vietnam dan Inggris mengunjungi para migran dengan menggunakan mobil Mercedes.
Dan begitu para migran tiba di Inggris, beberapa dari mereka bekerja di ladang mariyuana, setelah itu semua komunikasi berhenti.

Duc mengatakan ia butuh pekerjaan di Inggris demi membayar utang biaya perjalanannya.
"Kami bisa lakukan apapun," ujarnya, "konstruksi, salon, restoran, atau pekerjaan lain."
Laporan dari salah satu badan amal terbesar di Prancis menceritakan para penyelundup mengatakan kepada para migran bahwa truk berpendingin lebih sulit terdeteksi, dan memberi mereka tas alumunium untuk dipakai sebagai penutup kepala saat melewati mesin pemindai di perbatasan.
Tidak ada seorang pun di sini yang mendengar nasib 39 orang yang ditemukan jenazahnya di Inggris.
Perjalanan ini adalah tentang kebebasan, kata salah seorang dari mereka.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.