Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengangguran Terdidik di Indonesia Diprediksi Meningkat di 2030

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Jum'at, 08 November 2019 |23:11 WIB
Pengangguran Terdidik di Indonesia Diprediksi Meningkat di 2030
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang. Jumlah ini menurun 50 ribu orang dari posisi Februari 2018 yang sebanyak 6,87 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.

Bonus Demografi juga jadi salah satu penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia. Bonus demografi adalah melonjaknya usia produktif di Indonesia, sehingga lapangan kerja akan semakin sulit ditemukan.

Baca Juga: Banten Jadi Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Direktur Management Development International (MDI Tack International), Reynard Praharsa mengungkapkan ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh tinggi dengan adanya bonus demografi. Di mana sebagian besar penduduk merupakan angkatan usia produktif usia 15-64 tahun. Puncak bonus demografi ini pun diprediksi terjadi pada tahun 2030.

Ilustrasi

Menurut Reynard, bonus demografi ini bisa menjadi boomerang bagi bangsa Indonesia apabila tidak dimanfaatkan dengan benar.

“Kita tahu bahwa pengangguran terdidik di Indonesia ini masih tinggi. Kalau kita tidak ikut serta melakukan sesuatu (pembenahan), salah satunya pada kualitas tenaga kerja, alih-alih bonus demografi kita malah menghadapi bencana demografi,” jelasnya dalam acara HRPractiCase (HR Practice with Cases) yang diikuti sedikitnya 40 perusahaan ternama di Jabodetabek di CoHive D-Lab, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

HRPractiCase sendiri bertujuan sebagai wadah untuk belajar para HR Practicioner untuk membedah kasus-kasus yang berhubungan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekadar informasi, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya dengan prosentase 8,63 persen hingga Februari 2019. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.

HR

Adapun tingkat pengangguran dari penduduk berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,56%. Di sisi lain, tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18%, kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19%.

Lalu tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III sebesar 7,92%. Sedangkan dari lulusan universitas tingkat penganggurannya 6,31%.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement