nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taliban Bunuh Seorang Prajurit AS di Afghanistan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 18:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 23 18 2145217 taliban-bunuh-seorang-prajurit-as-di-afghanistan-Vh7n8hKjTy.jpg Prajurit AS di Afghanistan. (Foto/Reuters)

KABUL - Taliban mengatakan para pejuang mereka telah membunuh seorang prajurit Amerika Serikat di Afghanistan demikian dilaporkan Reuters, Senin (23/12/2019).

Kelompok itu memposting foto-foto ransel berlumur darah dan kartu identitas seorang tentara Amerika untuk membuktikannya.

Militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang anggota dinas Amerika terbunuh dalam aksi, tetapi tidak memberikan rincian dan mengungkapkan nama anggota dinas tersebut sampai kerabatnya diberi tahu.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan mereka membunuh anggota pasukan AS dalam ledakan di Provinsi Kunduz.

"Pejuang kami menewaskan seorang anggota pasukan AS dan melukai komando Afghanistan," kata Mujahid.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Bunuh 6 Orang di Afghanistan Termasuk Dokter Asal Jepang

Baca juga: PBB: 1.174 Warga Sipil Jadi Korban Tewas di Afghanistan

Sekitar 20.000 tentara asing, sebagian besar dari mereka adalah orang AS, berada di Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin AS untuk melatih, membantu, dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan. Beberapa pasukan AS melakukan operasi kontra-terorisme terhadap kelompok-kelompok militan Islam.

Puluhan anggota pasukan asing tewas di Afghanistan pada 2019.

Amerika Serikat telah bernegosiasi dengan gerilyawan Taliban selama setahun terakhir mengenai kesepakatan di mana Amerika Serikat dapat menarik pasukannya dari perang terpanjang dengan imbalan jaminan keamanan Taliban.

Bulan ini, negosiator AS mengatakan mereka akan mengambil jeda dari pembicaraan setelah pemberontak melancarkan serangan bunuh diri di pangkalan besar AS.

Pasukan pemerintah Afghanistan, yang didukung oleh militer AS., baru-baru ini meningkatkan operasi melawan Taliban di Kunduz.

Taliban mengendalikan lebih banyak wilayah sejak mereka digulingkan dari kekuasaan pada 2001.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini