Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Harus Fasilitasi Nelayan Indonesia yang Hendak Melaut di Natuna

Fadel Prayoga , Jurnalis-Kamis, 09 Januari 2020 |17:23 WIB
Pemerintah Harus Fasilitasi Nelayan Indonesia yang Hendak Melaut di Natuna
Pakar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)
A
A
A

JAKARTA - Beberapa hari terakhir hubungan diplomatik Indonesia dan China sedikit terganggu. Pemicunya, kapal nelayan asal China kedapatan melakukan aktivitas penangkapan ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna dengan dikawal kapal coast guard milik Negeri Tirai Bambu tersebut.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan, penyebab munculnya masalah itu lantaran nelayan Indonesia nyaris tidak ada yang melaut di kawasan itu. Oleh karenanya, pemerintah harus memfasilitasi para nelayan Indonesia agar berani melaut di perairan Natuna.

"Nelayan kita harus ditingkatkan kemampuan menangkap ikan di ZEE, lalu mereka dilengkapi kapal yang mampu mengarungi laut itu. Artinya, pemerintah harus ada upaya memberikan insentif," kata Hikmahanto saat menghadiri diskusi publik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, lanjut dia, aparat TNI juga harus sering menggiatkan patroli di kawasan tersebut. Sehingga, negara lain pun menilai bahwa Indonesia memiliki perhatian kepada wilayah kedaulatannya sendiri.

"Patroli kita harus menjalani tugasnya, harus menangkapi," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah mengaku akan memobilisasi ratusan nelayan untuk melaut ke perairan Natuna, Kepulauan Riau. Keamanan dan keselamatan mereka akan dijamin oleh negara.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD saat menerima kunjungan 120 nelayan Pantai Utara Jawa (Pantura). Rencananya, mereka bakal dikirim ke Laut Natuna.

"Saudara akan dilindungi oleh negara, tidak akan ada tindakan-tindakan fisik yang mengancam saudara, yang penting sudah nyaman di situ. Negara nanti yang akan mengawal kegiatan saudara di situ," kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin 6 Januari 2020.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement