JAKARTA - Dalam rapat dengan Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin, anggota Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman menilai permasalahan kasus skandal dugaan korupsi di PT Jiwasraya (Persero), bukanlah kejahatan yang biasa.
Dia ingin Kejaksaan Agung (Kejagung) dapat menjelaskan secara rinci mengenai kronologi selengkap-lengkapnya kasus Jiwasraya secara jelas di hadapan pihak Komisi III DPR.
“Mohon kepada kami dijelaskan kronologi kasus ini selengkap-lengkapnya. Jangan hanya soal hukum, bagi kami kasus Jiwasraya bukan kejahatan biasa. Ini kejahatan luar biasa, halus mainannya,” kata Benny di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).
Oleh karena itu, Benny ingin Kejagung tidak hanya bicara soal penegakan hukum yang sudah dilakukan. Tetapi turut memberitahukan apakah kasus ini merupakan kejahatan tunggal.
“Kemudian juga kejahatannya. Kejahatannya juga tidak tunggal. Tadi disebut-sebut ada Hanson tadi ya? PT Hanson ya? Saya bingung apa hubungannya ini. Kan itu yang kita ingin tahu pak,” bebernya.
Selain itu, Benny menyarankan Kejagung untuk memanggil Menteri BUMN, Menteri Keuangan, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk duduk bersama membahas permasalahan Jiwasraya.
Benny yakin pihak-pihak tersebut mengetahui permasalahan ini. Sehingga Kejaksaan tidak hanya mengejar ke mana aliran uang, namun juga ikut mengejar orang-orang yang diduga terlibat.
“Panggil Pak Jaksa Agung, panggil Menteri BUMN, panggil Menkeunya panggil OJK-nya. Jadi, bukan hanya follow the money, tetapi follow the people, follow the man. Kan gitu dia. Money, man juga,” tegas Benny.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.