Capres AS Joe Biden Cium Bibir Cucu Perempuannya saat Kampanye

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 18 2163065 capres-as-joe-biden-cium-bibir-cucu-perempuannya-saat-kampanye-kazEvpJndx.jpg Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden (kiri). (Foto/Twitter)

IOWA - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden mencium bibir cucunya yang berusia 19 tahun saat berkampanye di Iowa pada Minggu 2 Februari 2020, memicu polemik warganet AS.

Peristiwa itu bermula saat Mantan wakil presiden era Presiden Baracak Obama, itu memasuki acara kampanye di Clarke University di Dubuque, sambil memegang tangan Finnegan Biden, yang merupakan putri putranya, Hunter.

"Saya ingin memperkenalkan Anda cucu perempuan saya, Finnegan Biden. Alasan saya bertanya kepada Finnegan, kakek selalu diizinkan mempermalukan cucu perempuan mereka," kata Biden.

Dia kemudian menjelaskan perbedaan antara anak perempuan dan cucu perempuan di hadapan massa.

"Tapi cucu perempuan tidak hanya mencintai kakek mereka, tetapi mereka juga menyukainya. Dan itu hal yang hebat. Terima kasih, sayang," katanya kemudian mencium bibir cucunya.

Finnegan kemudian menuju ke massa, di mana dia menyapa para pendukung kakenya dengan pelukan dan berfoto selfie.

Sikap Biden dengan cucuny itu memicu perdebatan warganet AS.

"Tidak ada seorang pun yang PERNAH mencium cucunya seperti ini ... Ini adalah keluarga yang aneh. Siapa yang menjalankan kampanye pria ini ??" tanya Diante Johnson, presiden Federasi Konservatif Hitam

Tetapi Beth Bourdon memiliki pandangan berbeda. "Aku ingin seorang lelaki menciumku seperti cara Joe Biden mencium cucunya," tulisnya.

Biden telah dikritik karena perilakunya yang dianggap sangat ramah terhadap wanita-wanita muda. Beberapa minggu sebelum dia meluncurkan kampanyenya musim semi lalu, tujuh wanita datang untuk mengatakan perilakunya membuat mereka merasa tidak nyaman.

Mereka berbicara setelah Lucy Flores, mantan legislator Nevada, menuduh Biden memegang pundaknya dan mencium rambutnya dalam acara politik tahun 2014.

Menyusul tuduhan itu, Biden berjanji untuk lebih berhati-hati atas ruang pribadi wanita.

"Norma sosial telah mulai berubah, mereka telah bergeser dan batas-batas melindungi ruang pribadi telah diatur ulang," kata Biden dalam sebuah video April lalu mengutip NY Post, Selasa (4/2/2020).

"Aku mendengar apa yang mereka katakan, aku memahaminya dan aku kini lebih mengenrti," lanjutnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini