ABK Sakit Mirip Gejala Virus Korona, Kapal Tanker Berbendera Hong Kong Dialihkan

Ade Putra, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 340 2163502 22-abk-sakit-mirip-gejala-virus-korona-kapal-tanker-berbendera-hong-kong-dialihkan-yRho690Eby.jpg Foto Ilustrasi Okezone

PONTIANAK - Kapal tanker MT Awasan Pioneer Voy berbendera Hongkong, terpaksa dialihkan untuk berlabuh di Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat. Pasalnya, awak kapal yang tadinya akan berlabuh di Kendawangan, Kabupaten Ketapang ini memiliki gejala yang mirip dengan infeksi virus korona.

Tujuh dari 22 awak atau anak buah kapal (ABK) mengalami sakit dengan gejala demam, lemah, batuk, dan nyeri tenggorokan.

"Berdasarkan perkembangan di bidang kesehatan terutama menyangkut mewabahnya novel coronavirus, maka Bea Cukai Ketapang turut meningkatkan kewaspadaan terkait dengan rencana kedatangan sarana pengangkut asing, khususnya Kapal Tanker MT Awasan Pioneer Voyage No 15,” ujar Plh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ketapang, Shodikin, Selasa (4/2/2020).

 Baca juga: Imigrasi Bekasi Awasi Kesehatan Ribuan WN China

Dijelaskannya, tanker ini mengangkut barang impor berupa Liquid Caustic Soda milik PT Well Harvest Winning (WHW) Alumina Refinery yang berada di Kendawangan, Ketapang. Kapal nomor 15 ini berangkat dari Pelabuhan Tokuyama, Jepang dengan membawa 22 ABK termasuk nahkoda.

Direncanakan kapal ini akan berlabuh di Kendawangan. Namun, sesuai prosedur Internasional, setiap kapal asing yang berlabuh di Indonesia akan diperiksa terlebih dahulu oleh tiga instansi yakni sesuai urutan Karantina, Imigrasi dan Bea Cukai.

Prosedur ini, kata Shodikin, berlaku secara Internasional bahwa Bea dan Cukai akan melakukan pemeriksaan terhadap kapal asing setelah pihak Karantina Kesehatan dan Imigrasi selesai melaksanakan pemeriksaan.

 Baca juga: WNI Kena Virus Korona di Singapura Tak Miliki Riwayat Bepergian ke China

"Berdasarkan informasi Medical Declaration of Health (MDH) yang diterima oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas Il Pontianak, tujuh dari 22 ABK yang ikut bersama MT. Awasan Pioneer Voy 15 mengalami sakit dengan gejala demam, lemah, batuk dan nyeri tenggorokan yang mirip gejala virus korona," jelasnya.

Dengan pertimbangan bahwa pelabuhan tujuan di Kendawangan tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk penanganan penyakit menular, maka kapal tersebut dialihkan ke pelabuhan terdekat yang mempunyai fasilitas memadai. "Dalam hal ini, Pontianak,” tuturnya.

Kapal MT Awasan Pioneer Voy ini telah lego jangkar di area labuh Zona 4 Pelabuhan Pontianak. Kini, penanganan terhadap kapal asing tersebut sepenuhnya berada di wilayah kerja Pontianak.

PT Way Point Services selaku operator sarana pengangkut kapal asing tersebut telah mengajukan surat pemberitahuan kepada Kepala KSOP Pontianak terkait deviasi dan permohonan clearance administrasi kepabeanan kepada KPPBC Pontianak.

Sementara itu, Suhandi Basri, Head of Corporate Communication PT WHW Alumina Refinery menerangkan perseroan senantiasa selalu taat dan patuh dengan imbauan yang disampaikan dari dinas-dinas terkait untuk melakukan pencegahan dini.

"Perseroan berkomitmen untuk selalu melakukan keterbukaan informasi dan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait dan masyarakat luas guna bersama-sama melakukan pencegahan dini virus tersebut," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini