Tak Ada Sesar Aktif di Pusat Gempa Bandung, Lalu Apa Penyebabnya?

CDB Yudistira, Okezone · Jum'at 07 Februari 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 525 2164734 tak-ada-sesar-aktif-di-pusat-gempa-bandung-lalu-apa-penyebabnya-VcQAKu74VD.jpg Ilustrasi

BANDUNG - Dua hari lalu, gempa tektonik mengguncang kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang berbatasan dengan Kabupaten Garut.

Dalam waktu 30 menit gempa terjadi berkali-kali dengan kekuatan Magnitudo di bawah 5,0. BMKG mencatat ada sembilan kali gempa terjadi. Kasubdit Bidang Gempa Wilayah Barat PVMBG Akhmad Solikhin mengatakan fenomena gempa secara berturut-turut itu, merupakan hal yang wajar terjadi.

"Kalau gempa tektonik dari sesar aktif dia bisa jadi, sebelum gempa utama itu ada gempa pendahuluan, kemudian ada gempa susulan, itu fenomena wajar," kata Akhmad, saat dikonfirmasi, Jumat (7/2/2020).

Akhmad menuturkan, di wilayah Bandung Selatan, belum diketahui terdapat sesar yang aktif. Namun di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut, terdapat memang terdapat satu sesar aktif, yakni sesar Garsela (Garut Selatan). Lokasi gempa tektonik yang terjadi kemarin itu, katanya berjarak cukup jauh dengan sesar Garsela.

Baca Juga: Gempa M2,9 Guncang Bandung, Pusatnya di Darat

"Kalau liat peta sumber gempa bumi nasional, ada sesar Garsela itu ada dua segmen, tapi kalau diliat peta pusat gempa bumi dari BMKG yang gempa 2,9 ini pusatnya jauh di sebelah barat dari sesar Garsela itu, jadi sebelah baratnya Pangalengan. Cuma itu kan hasil BMKG karena relatif kecil jadi kadang penempatan pusat gempa buminya tidak terlalu akurat melenceng beberapa kilometer," kata dia.

Lalu apa penyebab gempa tektonik terus menerus tersebut terjadi? Akhmad belum dapat memberikan keterangan akan fenomena tersebut. Termasuk saat disinggung dengan adanya sesar baru di kawasan Bandung Selatan.

"Bukan sesar baru sih mungkin kemarin saya lihat dari BMKG, kalau dari lokasi memang belum ada sesar, tapi kalau di liat peta geologinya ada beberapa sesar yang walaupun masih di pertanyakan aktif dan parameternya," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini