nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahagianya sang Ibu, Putrinya yang Kuliah di China Negatif Korona

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 11:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 18 340 2170192 bahagianya-sang-ibu-putrinya-yang-kuliah-di-china-negatif-korona-G7k8Tj8dBP.jpg Sarifah Nurus Soffia Perwira Putri tiba dengan selamat di kediamannya, Pontianak. (Okezone.com/Ade Putra)

PONTIANAK – Titik Harjito (50) tampak bahagia saat ditemui di kediamannya, Jalan Tanjung Raya II, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Betapa tidak, putri bungsunya Sarifah Nurus Soffia Perwira Putri tiba dengan selamat di kediamannya pada Minggu (16/2/2020) pagi.

Sebelumnya, ia sempat cemas terhadap kondisi putrinya yang kuliah di Hubei University of Science and Technology di Xianing, China. Itu lantaran di tempat putrinya kuliah, virus korona (Covid-19) tengah mewabah.

"Yang namanya orangtua, pasti cemas dengan kondisi anak. Kami tahunya virus korona (di China-red) itu dari televisi dan media online," ujarnya, Selasa (18/2/2020).

Sarifah merupakan satu di antara 238 warga negara Indonesia (WNI) di China yang dipulangkan ke Tanah Air. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini kuliah sudah semester enam di China. Sebelum anaknya tiba di kediaman, Titik mengaku sangat cemas.

Beruntung, komunikasi dengan anaknya tak pernah putus. Hampir setiap hari, pascamewabahnya korona, Titik mengontak anaknya. Hal itu dilakukannya melepas rindu dengan menanyakan kabar dan kondisi terkini di Negeri Tirai Bambu itu, maupun saat dalam masa observasi.

Tak hanya itu, doa selalu dipanjatkan untuk bungsu dari tiga bersaudara ini agar selalu dalam kondisi sehat dan selamat. "Kami mau pulangkan dia, tapi juga tidak bisa. Bersyukur juga pihak kampus di sana benar-benar memperhatikan mahasiswanya. Setiap hari diperiksa,” ujarnya.

Titik bersyukur, Sarifah tiba di kediaman dalam kondisi sehat dan selamat. Ia pun berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat maupun daerah yang telah memfasilitasi pemulangkan anaknya ke Bumi Khatulistiwa ini.

Sebagaimana diketahui, sebelum dipulangkan ke kediaman masing-masing WNI ini sempat menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Hasil pemeriksaan, semua dinyatakan sehat dan tak terinfeksi virus korona.

Kebanyakan dari 238 WNI ini merupakan mahasiswa. Selain Sarifah, ada tiga mahasiswa lainnya yang merupakan warga Kalbar. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson mengungkapkan, sebelum dipulangkan ke tanah air, WNI ini dikumpulkan di Kota Wuhan untuk diperiksa kesehatannya oleh Pemerintah China.

Terhadap WNI yang dipulangkan ke Indonesia pun juga dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang oleh Pemerintah Indonesia. Hingga akhirnya, proses observasi dilakukan untuk antisipasi lantaran semuanya dinyatakan sehat ketika pulang. Sedang masa inkubasi virus korona sampai 14 hari.

“Karantina di Natuna berakhir 15 Februari kemarin. Mereka sudah dinyatakan sehat dan dipulangkan ke rumah masing-masing,” katanya.

Ia pun meminta masyarakat tak perlu lagi khawatir lantaran mereka yang dikarantina di Natuna telah melalui pemeriksaan berlapis.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini