Share

PM Kamboja Perintahkan Gerebek Perempuan Pedagang Online yang Berpakaian Terlalu Terbuka

Agregasi VOA, · Kamis 20 Februari 2020 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 18 2171275 pm-kamboja-perintahkan-gerebek-perempuan-pedagang-online-yang-berpakaian-terlalu-terbuka-fFWrCkm4TK.jpg Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. (Foto: Reuters)

PHNOM PENH — Pemerintah Kamboja mengatakan akan mengambil tindakan terhadap para perempuan pedagang online yang berpakaian “terlalu seksi”. Namun, langkah itu mendapat kecaman dari organisasi hak asasi manusia (HAM) yang menganggapnya sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Dalam pidatonya di Dewan Nasional untuk Perempuan pekan ini, Perdana Menteri Hun Sen mengatakan para perempuan pedagang online itu mengancam kebudayaan Kamboja karena berpakaian terlalu terbuka. Dia mengatakan akan memerintahkan polisi untuk mendatangi tempat tinggal mereka dan mendidik mereka.

“Gerebek mereka” katanya sebagaimana dilansir VOA, Kamis (20/2/2020). Dia menggunakan istilah bermakna ganda yang juga dapat diartikan sebagai penahanan.

“Ini tidak melanggar hak asasi mereka karena mereka telah menyebabkan hancurnya kebudayaan Kamboja”.

Sejumlah video amatir yang dimuat di Facebook dan media sosial lainnya menampilkan perempuan pedagang online yang menjual berbagai produk termasuk aksesoris, rias wajah dan pakaian. Sejumlah perempuan pedagang itu mengenakan busana dengan belahan dada yang rendah.

Tujuh organisasi hak perempuan, termasuk Pusat HAM Kamboja dan Bantuan Aksi Kamboja, mengecam pengawasan itu melalui sebuah surat terbuka yang dipublikasikan pada Rabu, 19 Februari 2020.

Perdana Menteri Hun Sen telah memberikan intruksi kepada pihak berwenang termasuk Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Pos dan Telekomunikasi, untuk mendidik para perempuan pedagang berpakaian seksi dan mengambil tindakan jika mereka tetap mengenakan busana yang serba terbuka.

“Anda menjual produk, bukan buah dada Anda,” katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini