Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

8 Pasien Diduga Terpapar Korona Sempat Dirawat di RS Kariadi

Taufik Budi , Jurnalis-Sabtu, 22 Februari 2020 |06:30 WIB
8 Pasien Diduga Terpapar Korona Sempat Dirawat di RS Kariadi
RSUP dr Kariadi Semarang (foto: Ist)
A
A
A

SEMARANG - RSUP dr Kariadi Kota Semarang Jawa Tengah sempat merawat delapan pasien yang diduga terpapar virus Korona atau Covid-19. Tak hanya warga negara Indonesia (WNI), namun terdapat pula warga negara asing (WNA) yang juga menjalani perawatan di ruang isolasi.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi, dr Agoes Oerip Poerwoko, mengatakan, dari delapan pasien yang pernah dirawat lima di antaranya sudah dipastikan negatif. Selain mengawasi, pihak RSUP dr Kariadi juga memantau total 16 orang yang sudah dinyatakan aman dari virus asal Wuhan China ini.

Baca Juga: WNI di Diamond Princess Kecewa Pemerintah Berencana Jemput dengan Kapal Perang

Simulasi Penanganan terhadap Virus Korona 

"Sekarang namanya diresmikan WHO menjadi Covid-19 (virus Korona) RS Kariadi sampai hari ini, sudah sempat merawat delapan pasien," kata dr Oerip, Jumat 21 Februari 2020.

"Lima pasien terdahulu sudah pulang dengan baik, kemudian hari Rabu 19 Februari kami merawat pasien lagi. Baru kemudian kemarin kita merawat dua lagi. Jadi sekarang kita merawat tiga, dengan lima yang dulu, total menjadi delapan," sambung dia.

Sekadar diketahui, tiga pasien yang diduga terkena virus korona karena memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan mengeluhkan sejumlah gejala. Seorang WNA merupakan tenaga kerja asing di Jepara asal Jepang dan dua lainnya adalah WNI yang sempat bepergian ke Eropa dan negara di Timur Tengah.

"Memang tiga-tiganya ada riwayat dari luar negeri. Satu dari Eropa mampir ke Timur Tengah, satu dari Jepang, satu lagi dari Timur Tengah, Arab," tutur dia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Secepatnya Akan Ambil Keputusan Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess 

Kini tim dokter penyakit infeksi di RSUP dr Kariadi masih melakukan pengawasan tiga pasien itu di ruang isolasi. Petugas medis sudah melakukan Swab tenggorokan atau pemeriksaan dahak, untuk dikirim ke laboratorium di Balitbang Kementerian Kesehatan di Jakarta.

"Tiga pasien baru ini kita kategorikan tetap sebagai pasien pengawasan, karena sampai saat ini hasil konfirmasi dari laboratorium memang belum dinyatakan positif. Masih nunggu hasil laboratorium tersebut," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement