Semua Pasien Covid-19 Sembuh, Bagaimana Cara Vietnam Mengatasi Krisis Awal Virus Korona

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 04 Maret 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 18 2178077 semua-pasien-covid-19-sembuh-bagaimana-cara-vietnam-mengatasi-krisis-awal-virus-korona-kF2D0KL7FB.jpg Petugas medis di Wuhan, China. (Foto/Peoples Daily)

HO CHI MINH - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan respons cepat pemerintah Vietnam terhadap keadaan darurat kesehatan sangat penting dalam mengatasi krisis pada tahap awal virus korona.

Mimpi buruk Covid-19 di Vietnam dimulai ketika dua warga negara China ditemukan menjadi kasus pertama di Kota Ho Chi Minh pada 23 Januari.

Vietnam secara resmi menyatakan virus korona sebagai epidemi pada 1 Februari, ketika jumlah kasus di negara itu meningkat menjadi enam.

Pada 13 Februari, Kementerian Kesehatan Vietnam juga memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi dikarantina selama 20 hari, setelah lebih banyak kasus dikonfirmasi.

Pada Rabu 26 Februari, pemerintah Vietnam telah menyatakan bahwa pasien ke-16 dan terakhir yang terinfeksi virus telah dikeluarkan dari rumah sakit.

Pasien terakhir itu adalah pria berusia 50 tahun itu, tertular infeksi dari putrinya yang berusia 23 tahun. Keduanya adalah penduduk asli distrik Son Loi di Provinsi Vinh Phuc, tempat 11 kasus Covid-19 ditemukan.

Anak perempuan itu adalah satu dari delapan pekerja sebuah perusahaan Jepang, yang kembali dari Kota Wuhan di China, pusat virus korona pada 17 Januari. Secara keseluruhan, enam orang, di antara kelompok pekerja, dinyatakan positif virus korona.

Beberapa kerabat dan teman mereka juga terinfeksi. Di antara mereka adalah bayi berusia tiga bulan.

Baca juga: Pimpinan Dinas Medis Darurat Iran Positif Terinfeksi Virus Korona Covid-19

Baca juga: Prancis Ambil Alih Semua Stok Masker untuk Disalurkan ke Pekerja Medis dan Pasien Covid-19

Dr Kidong Park, perwakilan WHO di Vietnam, mengatakan keberhasilan Vietnam berkat proaktif dan konsistensi tanggap pemerintah.

"Negara ini telah mengaktifkan sistem responsnya pada tahap awal wabah, dengan mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi dan manajemen kasus di fasilitas kesehatan, pesan komunikasi risiko yang jelas dan kolaborasi multi-sektoral," kata Park kepada Al Jazeera.

Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thi Kim Tien mengatakan Vietnam telah memenangkan putaran pertama melawan Covid-19.

"Jika pertempuran Covid-19 adalah perang, maka kami telah memenangkan putaran pertama tetapi tidak seluruh perang karena situasinya bisa sangat tidak terduga," kata Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thi Kim Tien mengutip Al Jazeera.

Merujuk data Organisasi Kesehatan Duni (WHO) yang dirilis pada 3 Maret 2020, Covid-19 telah mengjangkiti 90.870 di seluruh dunia, menyebabkan 3112 kematian.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini