Higga kini dinas kesehatan telah melakukan foging di beberapa wilayah. Baik di Kapanewon, Galur, Wates, Lendah dan di Temon. Hanya saja foging bukan merupakan upaya membasmi nyamuk aides aigepty. Namun hanya memutus mata rantai penyebaran saja.
“Selama ini belum ada obat khusus DBD, obatnya ya obat demam tidak ada yang khusus,” ujarnya.
Baca Juga : Tambang Batu di Mojokerto Longsor, 1 Pekerja Tewas Tertimbun
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan upaya pencegahan paling ampuh adalah dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Yakni dengan mengubur, menutup dan menguras tandon air. Ini penting, karena belum ada wilayah di Kulonprogo yang memenuhi syarat bebas jentik.
Tingginya kasus ini tidak lepas dari kondisi cuaca ekstrim. Dimana kadang ada hujan deras namun juga terjadi panas yang cukup lama. Kondisi ini kerap memunculkan genangan air hujan yang menjadi sarang nyamuk.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.