nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

17 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD di Jawa Tengah

Sindonews, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 11 512 2181457 17-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-jawa-tengah-IEtqEvmT00.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone)

SEMARANG - Wabah demam berdarah dengue (DBD) menyerang ribuan warga di Jawa Tengah. Bahkan, belasan korban DBD meninggal dunia dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2020.

"Total penderita DBD yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng sampai saat ini mencapai 1.227 orang, terdapat 17 orang meninggal. Peningkatan ada tapi lebih rendah dari tahun lalu, dan belum masuk KLB," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Tatik Muharyati, melansir laman Sindonews, Rabu (11/3/2020).

Menurut dia, rata-rata penyebab kematian akibat keterlambatan penanganan medis. "Ini karena masyarakat kurang respons terhadap penyakit DBD. Ketika seorang demam tinggi harus dicek pemeriksaan," katanya.

Pihaknya lanjut Tatik, akan terus berupaya melakukan sosialiasi gerakan satu remaja satu juru pemantau jentik (jumantik) untuk menekan jumlah penderita DBD. Sosialisasi itu ditujukan kepada warga bahwa pada periode Januari hingga Maret yang merupakan musim paling produktif bagi nyamuk Aedes Aegypti.

"Kita terjun ke kabupaten/kota dengan melakukan gerakan strategi jumatik dengan membersihkan kotoran yang tergenang di bak kamar mandi," tuturnya.

Tatik menambahkan, yang terpenting saat ini ialah angka penderita dapat ditekan agar tidak lagi menelan korban jiwa.

"Selama ada nyamuk, masih ada penderita, pasti tidak akan hilang. Cuma ditekan saja, bagaimana tata kelola kasusnya ditekan agar tidak menimbulkan kematian," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini