Stok Sembako Aman, Ridwan Kamil: Belanjalah Sewajarnya, Jangan Panic Buying!

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 18 Maret 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 525 2185277 stok-sembako-aman-ridwan-kamil-belanjalah-sewajarnya-jangan-panic-buying-MDtfUVIrji.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Okezone.com/CDB Yudistira)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau warganya untuk membeli sembako secukupnya dan sewajarnya. Dia menjamin Pemerintah Daerah (Pemda) Jabar punya sistem untuk memastikan suplai sembako aman.

"Jangan panic buying dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19) ini. Normal-normal saja, kami sudah punya sistem untuk memastikan suplai sembako aman," kata pria yang disapa Emil itu, usai meninjau harga sembako di Pasar Sederhana, Kota Bandung, Rabu (18/3/2020).

"Dengan ketersediaan barang-barang di Bulog, mudah-mudahan ini bisa dipahami. Belanjalah sewajarnya, belanjalah secukupnya, sehingga tidak ada suplai yang terganggu," imbuhnya.

(Foto: Okezone.com/CDB Yudistira)

Emil melaporkan harga sembako masih stabil, stok Bulog juga terpantau aman. Sebelumnya, stok gula pasir sempat terganggu akibat tersendatnya impor, tetapi sekarang sudah kembali lancar.

Baca juga: Anies: Pencegahan Virus Corona Tak Bisa Dikerjakan Pemerintah Saja

“Secara umum harga masih terkendali, kecuali gula pasir, yang biasanya di 12,5 (Rp12.500/Kg) sekarang ada di 17 (Rp17.000/Kg). Tapi, (stok) barang ada. Kemarin kelangkaan karena impornya yang sedikit tersendat, sekarang sudah lancar,” ucapnya.

Selain itu, Emil menegaskan social distancing yang diterapkan di Jabar bukan berarti tidak melakukan kegiatan apapun. Social distancing adalah menjaga jarak saat berinteraksi dan tidak melakukan kegiatan yang sifatnya tidak wajib.

"Jadi, kalau pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan itu wajib. Tapi, tipsnya secepat mungkin, kemudian jaga jarak, jangan terlalu dekat, kalau sedang tidak enak badan gunakan masker," ucapnya.

"Social distancing adalah cara partisipasi dari warga untuk mencegah pandemi yang sedang beredar terkait virus corona di Jabar," ujar dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini