nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lansia di Spanyol Ditelantarkan di Rumah-Rumah Jompo karena Wabah Virus Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 24 Maret 2020 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 24 18 2188407 lansia-di-spanyol-ditelantarkan-di-rumah-rumah-jompo-karena-wabah-virus-corona-9FF1THMf38.jpg Foto: Reuters

MADRID - Tentara Spanyol yang ambil bagia dalam upaya memerangi pandemi virus corona (COVID-19) melaporkan telah menemukan pasien lanjut usia (lansia) yang ditelantarkan di panti jompo. Menurut keterangan kementerian pertahanan, dalam beberapa kasus, pasien-pasien lansia itu meninggal di tempat tidur mereka. 

Jaksa penuntut Spanyol mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan mengenai laporan tersebut.

Spanyol telah mengerahkan militernya untuk membantu melakukan disinfeksi di rumah-rumah jompo. Negara itu merupakan salah satu yang terkena dampak pandemi virus corona terparah di Eropa dan dunia.

Pada Senin (23/3/2020) Spanyol mencatatkan 462 kematian akibat virus corona, menambah total korban meninggal menjadi 2.182.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan kepada saluran televisi Telecinco bahwa pemerintah "akan bersikap keras dan tidak fleksibel ketika berurusan dengan cara orang tua diperlakukan" di rumah-rumah pensiun.

"Tentara, selama kunjungan-kunjungan tertentu, mendapati beberapa orang tua benar-benar ditinggalkan, kadang-kadang bahkan mati di tempat tidur mereka," katanya sebagaimana dilansir BBC, Selasa (24/3/2020).

Kementerian pertahanan mengatakan bahwa staf di beberapa rumah perawatan telah pergi setelah virus corona terdeteksi.

Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa dalam keadaan normal, mayat warga yang meninggal disimpan di gudang pendingin sampai mereka dikumpulkan oleh layanan pemakaman.

Tetapi ketika penyebab kematian diduga terkait dengan virus corona, mereka dibiarkan di tempat tidur mereka sampai mereka dapat diambil oleh staf pemakaman yang diperlengkapi dengan baik untuk melakukan tugasnya.

Di Ibu Kota Madrid, yang memiliki jumlah kasus dan kematian akibat virus corona tertinggi, proses itu bisa memakan waktu hingga 24 jam.

Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan pada konferensi pers bahwa rumah jompo adalah "prioritas mutlak bagi pemerintah".

"Kami akan melakukan pemantauan paling intensif terhadap pusat-pusat ini," tambahnya.

Ketika krisis di Madrid memburuk, rumah duka kota itu mengatakan bahwa mulai Selasa mereka akan berhenti mengambil jasad pada korban Covid-19 karena kurangnya peralatan pelindung.

Kota itu akan menggunakan gelanggang es utama, Palacio de Hielo (istana Es), sebagai kamar mayat sementara tempat jasad-jasad akan disimpan sampai bisa diambil oleh rumah duka, demikian dilaporkan media Spanyol mengutip keterangan pejabat.

Spanyol adalah negara yang terkena dampak Covid-19 terburuk kedua di Eropa setelah Italia, yang sekarang memiliki jumlah tertinggi kematian terkait virus corona di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini