Ratusan Orang Terjaring Razia Akibat Abaikan Seruan Social Distancing

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 519 2189783 ratusan-orang-terjaring-razia-akibat-abaikan-seruan-social-distancing-2ld025o7IV.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

SURABAYA - Sebanyak 249 orang terjaring razia oleh anggota Polda Jatim. Sebab, ratusan orang itu telah mengabaikan seruan social distancing untuk pencegahan virus corona (Covid-19) yang sudah menjadi pandemi saat ini.

Mereka dimintai keterangan oleh polisi, dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Serta mendukung program pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, menindaklanjuti maklumat Kapolri dalam rangka pencegahan berkembangnya Covid 19, Polda Jawa timur dan Polres jajaran secara serentak melakukan kegiatan pembubaran kerumunan serta membawa pemilik, pengunjung tempat hiburan dan tempat nongkrong.

"Sebanyak 249 orang dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya pemilik dan pengunjung membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi dan bersedia mendukung program pemerintah," terang Trunoyudo, Jumat (27/3/2020).

Menurut Trunoyudo, Polda Jatim dan jajaran akan terus melakukan kegiatan ini sepanjang masyarakat belum patuh terhadap anjuran pemerintah berupa social distancing maupun physical distancing selama tanggap darurat bencana Covid-19 belum berakhir.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan, kami akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi yaitu penindakan secara hukum bagi masyarakat yang masih melanggarnya," tegas dia.

Sebanyak 246 orang yang diamankan meliputi Polresta Sidoarjo 35 orang, Polresta Malang Kota 40 orang, Polres Kediri 10 orang, Polres Trenggalek 10 orang, Polres Pasuruan Kota 10 orang, Polres Bondowoso 9 orang. Disusul Polres Malang 18 orang, Polres Bojonegoro 15 orang, Polres Pasuruan 23 orang, Polres Bangkalan 11 orang dan Polres Batu 5 orang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini