Lockdown COVID-19 Malaysia Diperpanjang, TKI Hanya Makan Mi dan Nasi

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 28 Maret 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 28 18 2190494 lockdown-covid-19-malaysia-diperpanjang-tki-hanya-makan-mi-dan-nasi-P8ZTJVhmBn.jpg Foto: Abdul Rahman.

Selama ini sekitar 50% dari pendapatannya per bulan ia kirim ke Indonesia untuk menafkahi istri beserta dua orang anak mereka dan juga orang tuanya.

Kini tidak hanya kiriman rutin ke keluarga di Indonesia yang terhenti, tetapi Nurwahid harus berhemat.

"Kadang jarang makan nasi. Yang sering masak indomie sama nasi. Itu juga yang dilakukan oleh kawan-kawan serumah sewaan ini."

"Kita juga mengurangi makan sebab kondisi begini, kawalan pergerakan berlaku kami tak kerja," tambahnya.

Seruan bantuan sembako lewat pesan video 

Apa yang dialami Lilis dan Nurwahid pada umumnya berlaku bagi para tenaga kerja Indonesia lainnya di Malaysia sejak diberlakukan karantina wilayah karena pandemi virus corona ini.

Mereka yang lebih terlindungi mungkin adalah pekerja domestik yang tinggal bersama majikan, setidaknya keperluan makan dan tempat tinggal sudah disediakan.

Adapun mereka yang tidak ditanggung majikan mengaku berisiko kelaparan.

Tenaga kerja yang selama ini menjadi pemberi nafkah keluarga di Indonesia sampai perlu membuat seruan permintaan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) melalui video kepada pemerintah Indonesia.

"Kami betul-betul memohon terhadap pemerintah Indonesia, perhatiannya sangat diharapkan, dan bantuannya sangat diharapkan oleh kami, semua pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia."

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur mengaku sudah mengetahui permintaan bantuan, namun mengaku belum mampu menjangkau semua WNI yang memerlukan uluran tangan.

Bantuan Sembako bagi TKI di Malaysia. (KBRI Kuala Lumpur)

Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan KBRI telah menyalurkan bantuan makanan berupa beras, mi dan sarden.

Sejak penyaluran bantuan bahan pokok dimulai Kamis (26/03/2020) hingga Jumat, sekira 500 WNI di kawasan Kuala Lumpur dan Selangor.

"KBRI memberikan sejumlah bantuan bahan pokok yang telah dimulai sejak tanggal 26 Maret hingga hari ini dan Insya Allah akan kami lanjutkan sampai batas kemampuan maksimal kami dengan menimbang situasi kawalan pergerakan yang ditetapkan telah diperpanjang oleh pemerintah Malaysia," jelas Agung Cahaya Sumirat dalam wawancara dengan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini