nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 2 Bulan Lockdown, Kereta Bawah Tanah di Wuhan Kembali Beroperasi

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 28 Maret 2020 19:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 28 18 2190529 setelah-2-bulan-lockdown-kereta-bawah-tanah-di-wuhan-kembali-beroperasi-Pe9gVWspWP.jpg Orang-orang mengenakan masker menunggu kedatangan kereta di hari pertama beroperasinya kembali kereta bawah tanah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 28 Maret 2020. (Foto: Reuters)

WUHAN – Kota Wuhan, China yang menjadi awal pusat penyebaran virus corona (COVID-19) mulai perlahan membuka diri bagi 11 juta penduduknya setelah dua bulan dikunci (lockdown). Lalu lintas kereta bawah tanah mulai berjalan, sementara kehidupan warga berangsur normal.

Pada Sabtu (28/3/2020), beberapa jalur kereta bawah tanah di Wuhan menyambut penumpang pertama mereka setelah berhenti selama 65 hari akibat wabah virus corona yang kini telah menyebar ke sebagian besar negara di dunia.

Sebagian dari 184 stasiun kereta bawah tanah, dilengkapi dengan pemindai suhu tubuh, dibuka untuk komuter, yang masih harus mematuhi pedoman penjagaan jarak sosial (social distancing).

Wuhan telah menanggung beban terbesar dari krisis kesehatan yang melanda, dengan lebih dari 50.000 orang terinfeksi. Namun, masa-masa terburuk di kota itu tampaknya sudah berakhir.

Kasus-kasus baru di seluruh China hampir tidak ada, dan kasus baru yang ditransmisikan secara lokal juga dilaporkan tidak ada pada Jumat (27/3/2020). Sebanyak 54 kasus baru yang dilaporkan semuanya berasal dari luar negeri.

Terlepas dari perkembangan yang menjanjikan, beberapa pembatasan perjalanan akan tetap berlaku hingga 8 April, ketika kereta api keluar dan penerbangan dijadwalkan akan kembali dibuka, demikian diwartakan Russia Today, Sabtu (28/3/2020).

Bus sudah berkeliaran di jalan-jalan ibu kota provinsi Hubei itu sejak Rabu (25/3/2020), saat 117 rute memulai kembali layanannya.

Mereka yang ingin memasuki kota harus menunjukkan kode hijau pada aplikasi seluler, membenarkan bahwa mereka telah dinyatakan bersih dari Covid-19 oleh otoritas kesehatan, dan tidak memiliki kontak dengan pasien yang diduga menderita virus corona atau mereka yang dites positif terkena penyakit tersebut. Aturan yang sama berlaku bagi mereka yang mau meninggalkan Wuhan setelah 8 April.

Menurut penghitungan resmi pemerintah China, jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu berjumlah 81.394, dengan 3.295 di antaranya mengakibatkan kematian.

Dalam upaya untuk mencegah 'gelombang kedua' wabah, China telah memperketat pembatasan kedatangan asing. Pada Kamis (26/3/2020), Beijing mengumumkan bahwa maskapai penerbangan nasional akan diizinkan untuk mempertahankan hanya satu rute ke negara mana pun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini