JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 di Bali yang diketuai Sekretaris Daerah, Dewa Made Indra mengungkapkan, sampai saat ini tidak ada kasus positif tambahan di Pulau Dewata tersebut. Sampai hari ini, masih sembilan kasus yang dinyatakan positif di Bali.
"Jumlah yang positif covid-19 masih tetap 9," kata Dewa Made, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).
Sementara itu, dari data terakhir pada Jumat 27 Maret 2020, jumlah kumulatif Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sampai hari ini 121 orang. Ada tambahan 7 orang pada hari ini dibandingkan sebelumnya.
"Dari 121 orang PDP tersebut, telah dilakukan uji sampel dan yang hasilnya keluar hari ini secara kumulatif jumlahnya 96 orang. Sedangkan yang negatif 87 orang. Artinya tidak ada penambahan kasus positif," ujar dia.

Dewa Made menjelaskan, di Bali telah memulai melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di Laboratorium kesehatan RS Sanglah, Denpasar. Lalu, Satgas sudah menggunakan rapid test untuk tes terhadap PDP maupun ODP.
"Untuk tes PCR di RS Sanglah, sudah dilakukan untuk 40 orang hingga hari ini. Dari 40 orang tersebut, sebanyak 34 orang sudah dinyatakan negatif. Sementara 6 orang masih perlu uji lanjutan untuk diperoleh hasilnya," ucap dia.
Untuk rapid test, kata Dewa Made, diprioritaskan dahulu untuk pasien yang dikarantina di Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sampai sore ini, dari 21 orang yang di tes seluruhnya negatif. Namun masih ada yang harus di-rapid test, karena keseluruhan ada 76 orang yang dikarantina sampai hari ini.
"Terdiri dari 56 orang di Bapelkesmas dan 20 orang di Badan Pengembangan SDM Provinsi Bali. Sampai detik ini rapid test masih berlangsung," tutur dia.
Bagi mereka yang hasil rapid test-nya negatif, maka akan diberikan surat keterangan dari Dinkes Provinsi Bali yang menyatakan bahwa peserta tersebut telah melalui proses karantina, sudah dilakukan tes(9rapid test) dan sudah dinyatakan negatif.
"Peserta dengan surat keterangan tersebut dan dalam keadaan sehat, sore ini sudah diperbolehkan pulang untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah masing-masing," papar dia.
Jika dalam rapid test, ada yang terindikasi positif maka akan dilanjutkan tes menggunakan PCr untuk lebih meyakinkan. Menurutnya, masyarakat di desa atau di Banjar, yang menerima warga masyarakat yang sudah memperoleh surat keterangan negatif setelah karantina tersebut, diharapkan untuk menerima dengan baik dan dibantu untuk melaksanakan karantina mandiri.
"Dengan demikian, upaya pencegahan covid-19 adalah upaya kita bersama," tutup dia.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.