nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Corona, 8 Pintu Masuk di Sumbar Akan Berlakukan Pemeriksaan Ketat

Rus Akbar, Okezone · Minggu 29 Maret 2020 21:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 29 340 2190888 cegah-corona-8-pintu-masuk-di-sumbar-akan-berlakukan-pemeriksaan-ketat-MDynvgQq7a.jpg Antisipasi virus korona. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

PADANG – Memaksimalkan antisipasi penyebaran corona virus disease atau covid-19, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama forkopimda menetapkan kebijakan pembatasan secara selektif untuk mengendalikan laju arus orang masuk melalui daerah-daerah perbatasan.

Dijelaskan, pemberlakuan pembatasan selektif ini dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka yang masuk melalui kawasan perbatasan di delapan pintu masuk Sumbar, baik melalui darat maupun udara.

"Melakukan cek kesehatan yang dilakukan tim medis, Satpol PP bersama TNI-Polri di setiap perbatasan. Tentu tidak akan merasa nyaman bagi yang masuk ke Sumbar. Di mana yang terindikasi akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat dan dipertimbangkan akan melakukan karantina selama dua minggu," kata Gubenur Sumbar Irwan Prayitno, Minggu (29/3/2020).

Ia menerangkan, sebenarnya para bupati/wali kota, DPRD, serta masyarakat Sumatera Barat secara umum menghendaki Gubernur memberlakukan lockdown, namun pemberlakuannya ditentukan oleh pemerintah pusat sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan di Pasal 10.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

"Kita mengimbau agar para perantau untuk sementara tidak pulang kampung, terutama yang berada di daerah telah dinyatakan pandemi. Mari kita jaga bersama keselamatan keluarga di kampung halaman. Hal ini juga sesuai kebijakan beberapa daerah, Menko Polhukam, agar masyarakat menahan diri tidak ikut dalam lalu lintas yang berisiko terkena wabah covid-19," terangnya.

Ia mengungkapkan, tindak lanjut pemberlakuan pembatasan selektif tersebut, hari ini dilakukan rapat teknis bersama tujuh kepala daerah yang berada di daerah perbatasan, forkopimda, dan OPD terkait.

"Tujuh kepala daerah itu Bupati Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluhkota, Dhamasraya, Sijunjung, Solok Selatan, Pesisir Selatan membahas bagaimana secara teknis pelaksanaan pembatasan selektif ini di lapangan dan kondisi yang ada di daerah," ungkapnya.

Ketujuh daerah tersebut berada di perbatasan, ditambah satu Bandara Internasional Minangkabau.

Irwan meminta dan mengingatkan masyarakat Sumbar ikut proaktif dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 melalui pola hidup bersih dan ikut melarang saudara untuk sementara tidak pulang kampung.

"Masyarakat juga diharapkan berperan aktif mengingatkan para sanaknya di rantau untuk sementara tidak pulang kampung, jika menyayangi sanak keluarganya yang ada di kampung halaman," katanya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini