JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengimbau agar masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah di rumah guna mencegah penularan virus corona (Covid-19). Namun imbauan tersebut tak bisa diikuti oleh semua pekerja.
Jakarta merupakan wilayah sebagai daftar pasien tertinggi positif virus corona. Disana ada beberapa perkantoran yang memperbolehkan karyawannya untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH), namun ada juga beberapa perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan tersebut.
Alhasil bagi karyawan yang tak mendapatkan kebijakan WFH pun tetap bekerja di tengah pandemi virus corona. Seperti halnya yang dialami oleh Niken yang merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan yang terletak di kawasan Jakarta Pusat.
Kepada Okezone Niken bercerita sejatinya di kantor dia bekerja ada beberapa bagian yang sudah menerapkan kebijakan WFH sejak dua minggu lalu, terutama saat Presiden Jokowi mengimbau masyarakat menerapkan social distance.
Namun sayang, hal tersebut tak berlaku untuk dibagian tempat kerja Niken yang tetap beraktifitas seperti biasanya ditengah wabah virus corona.
"Suasanya kerjanya jadi was-was aja karena di kantor saya sebenarnya sudah membuat kebijakan WFH secara bergantian dalam satu unit. Namun dibagian saya belum menerapkan itu," tutur Niken saat berbincang dengan Okezone, Rabu (1/4/2020).
Lantaran tetap bekerja di tengah wabah virus corona, management kantor pun telah menyiapkan beberapa protokoler pencegahan virus corona. Mulai dari adanya pengecakan suhu, bilik disenfektan, menjaga jarak antar pegawai satu dengan lainnya, hingga hand sanitizer di beberapa tempat.
Sehari-hari ia berangkat bekerja menggunakan transportasi yaitu KRL Commuter Line dan ojek online. Niken biasa naik KRL Commuter Line dari Stasiun Jurang Mangu, Tangerang Selatan menuju Stasiun Tanah Abang dan dilanjutkan menggunakan jasa ojek online menuju kantornya di kawasan Gunung Sahari.
Niken tak memungkiri rasa khawatir terhadap wabah virus corona selalu ada dalam benaknya. Walaupun di dalam kereta telah menerapkan aturan phsyical distancing antara satu orang dengan orang lainnya.
"Suasana di kereta dan stasiun sekarang sudah pakai masker semua, tapi balik lagi ke perasaan was-was walaupun udah ada beberapa upaya seperti itu," tutur Niken.
Maka dari itu Niken pun merasa keberatan atas kebijakan kantornya yang belum menerapkan kebijakan work from home. Sejatinya pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah dan meeting dapat dilakukan secara virtual.
Dia pun berharap wabah virus corona di tanah air dapat segera berakhir dan tertangani dengan baik oleh pemerintah. Dengan begitu semua kegiatan dapat dilakukannya secara normal serta tidak khawatir akan tertular virus tersebut.
Tak lupa dia mengimbau untuk masyarakat yang tak memiliki kepentingan agar tetap berada di rumah. Hal ini sebagai bentuk upaya memutus rantai penularan virus corona ini.
"Semoga virus corona ini segera berakhir dan tak membuat masyarakat khawatir dalam melakukan kegiatannya. Kemudian yang bisa bekerja di rumah, tetap di rumah aja, kalau tidak ada kepentingan sebaiknya tidak usah keluar rumah. Karena dalam kondisi seperti ini, kerjasama dari seluruh masyarakat berperan penting sekali," tutupnya.
(Awaludin)