nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Tenaga Medis Corona yang "Menjerit" Kekurangan APD

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 01 April 2020 22:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 01 525 2192649 para-tenaga-medis-corona-yang-menjerit-kekurangan-apd-nWiX7sywvU.jpg RSD Gunung Jati Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Tim medis menjadi garda terdepan untuk menangani pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif terpapar virus corona (Covid-19). Namun, dalam menangani pasien tersebut, para tenaga medis ini sering terkendala oleh minimnya alat pelindung diri (APD) yang tersedia.

Seperti diketahui, APD ini sangat penting untuk para tenaga medis. Sebab, dengan APD tersebut, mereka bisa melindungi diri dari punalaran Covid-19.

Dalam jumpa pers yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Cirebon dan Petinggi RSD Gunung Jati di Kantor Dinkes Kota Cirebon, Jawa Barat pada 23 Maret 2020 lalu, dijelaskan bahwa kebutuhan APD baik untuk tenaga medis di RSD Gunung Jati maupun bagi tenaga medis di Kota Cirebon masih sangat kurang.

Dirut RSD Gunung Jati, dr Ismail Jamalludin menyampaikan, pihaknya sudah berusaha mencari APD di berbagai tempat. Namun, usaha tersebut bisa dikatakan sia-sia, karena APD di pasaran mengalami kelangkaan.

"Kami sudah cari ke mana-mana tapi tidak dapat. Saya tidak tau kenapa. Mungkin sudah ada yang borong," kata Ismail kepada Okezone belum lama ini.

Ismail menerangkan, APD yang dibutuhkan tim medis di RSD Gunung Jati yakni gown cover all, masker N95, masker bedah, sarung tangan dalam, sarung tangan luar, kacamata google, face shield, dan sebagainya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Infeksi Emerging RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr Syifa Imelda menuturkan, apabila ada masyarakat yang mau membantu para tim medis di RSD Gunung Jati, maka alangkah lebih baik mereka menyalurkan bantuan berupa barang. Terutama dalam bentuk APD.

APD tersebut akan sangat membantu untuk penanganan pasien PDP dan pasien positif Covid-19. Pasalnya, tenaga medis sangat membutuhkan APD ini, karena resiko begitu tinggi akan mereka hadapi saat menangani virus corona.

"Kalau ada yang mau bantu mending salurkan barang (APD). Ini yang sangat dibutuhkan," ujar Syifa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya bisa ikut membantu tim medis dalam penanganan Covid-19, tanpa harus ikut menyumbangkan alat-alat APD. Mereka hanya perlu tetap berada di dalam rumah, sehingga bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.

Syifa mengungkapkan, sebagai rumah sakit rujukan utama dalam penanganan Covid-19, RSD Gunung Jati tidak hanya merawat pasien dari Kota Cirebon semata. Bisa saja pasien-pasien dari wilayah tiga yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan dirujuk ke RSD Gunung Jati. Hal terburuk dari semua itu adalah, jumlah pasien bisa saja meningkat apabila penyebaran Covid-19 tidak segera dihentikan.

"Kami berusaha menambah kapasitas ruangan isolasi. Apabila penuh, solusinya adalah merujuk ke rumah sakit rujukan lini kedua lainnya. Namun tidak semudah itu. Satu-satunya cara adalah diputus rantai penularannya. Dengan cara apa?, dengan tidak bepergian. Kalau pergi untuk kebutuhan primer saja," jelasnya.

Syifa berharap supaya masyarakat tetap patuh untuk di dalam rumah. Sehingga, beban dari tim medis untuk menangani Covid-19 bisa sedikit berkurang.

"Tolong jangan menambah beban kami. Sebaiknya di rumah saja. Biarkan kami berjuang di rumah sakit," tutur Syifa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini