Dapat Asimilasi Corona, 164 Warga Binaan di Sultra Langsung Bebas

Asdar Zuula, iNews.id · Jum'at 03 April 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 340 2193721 dapat-asimilasi-corona-164-warga-binaan-di-sultra-langsung-bebas-gha9jiRtyT.jpg Lapas Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. (Foto: Asdar Zuula/Okezone)

KENDARI – Ratusan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Sulawesi Tenggara (Sultra) langsung bebas usai mendapat asimilasi terkait pencegahan corona virus disease atau covid-19.

Hal ini sebagaimana Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integritas bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

Sejak peraturan tersebut diterbitkan pada 1 April 2020, sudah 164 warga binaan di Sultra langsung dibebaskan.

"Aturan ini merupakan antisipasi pemerintah mencegah penyebaran virus corona di dalam Lapas dan rutan. Apalagi lapas dan rutan di Sultra overkapasitas" jelas Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sultra H Muslim, Jumat (3/4/2020).

Ia mengatakan, di Sultra, pembebasan warga binaan ini tersebar di sejumlah daerah. Di Lapas Kendari 80 orang dan 33 sudah bebas. Di Rutan Kendari ada 92 orang dan 16 orang sudah keluar.

Di Lapas Baubau ada 96 orang dan 20 telah bebas. Di Lapas Kendari 11 orang dan 5 orang telah keluar. Di LPKA 19 orang dan 6 orang sudah bebas.

Info grafis update jumlah pasien virus corona per 3 April 2020. (Foto: Okezone)

Kemudian di Rutan Kolaka 59 orang dan 12 orang telah keluar. Di Rutan Raha 87 orang dan 30 orang langsung bebas. Di Rutan Unaaha 46 orang dan 46 orang sudah keluar.

Selain 164 orang tersebut, ada lagi 490 warga binaan telah mendapat asimilasi. Mereka akan dibebaskan pada 7 April 2020.

"Di Sultra akan ada sekitar 490 orang yang diperkirakan dikeluarkan. Saya sudah data semua dari lapas dan rutan. Mereka sudah menjalani masa tahanan 2/3 pada April ini," kata Muslim.

Asimilasi sesuai aturan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 ini menyatakan warga binaan yang telah keluar akan menjalani tahanan di rumah, dalam pengawasan jaksa dan bappas masing-masing, sambil menunggu status pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), dan cuti menjelang bebas (CMB).

Namun, menurut Muslim, khusus warga binaan yang masuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 (Korupsi, Terorisme, Narkoba, Kejahatan Hak Asasi Manusia, dan Kejahatan Transnasional Terorganisasi) masih menunggu keputusan Menkumham.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini