nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sultan HB X: Jangan Ada Penolakan Tenaga Medis Pulang ke Rumah

Kuntadi, Koran SI · Senin 06 April 2020 20:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 510 2195130 sultan-hb-x-jangan-ada-penolakan-tenaga-medis-pulang-ke-rumah-z1tTVQQwcB.jpg Sultan Hamengkubuwono X (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X minta masyarakat bisa menghormati jasa dan pengabdian para tenaga medis. Jangan sampai ada penolakan dari masayarakat ketika dokter, perawat atau tenaga medis lainnya hendak pulang ke rumahnya.

“Harapan saya jangan ada penolakan dokter atau perawat yang hendak pulang ke rumahnya,” ujar Sultan di Kepatihan Yogyakarta, usai menerima rombongan ibu-ibu dari RS Sardjito Yogyakarta Senin (6/4/2020).

Sultan mengakui ada sebagian kecil masyarakat yang menolak para tenaga medis untuk kembali ke rumahnya. Alasannya, mereka membawa virus penyakit sehingga ditolak karena dikhawatirkan akan menyebar di kampung sekitar tempat tinggal.

“Tidak perlu prasangka seperti itu,” pinta Sultan.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadan & Idul Fitri di Tengah Corona 

Pada hakekatnya, kata Sultan, para dokter atau perawat medis lain memiliki prosedur dan pelayanan. Setelah bekerja melayani pasien Corona mereka juga harus kembali ke rumah karena memiliki keluarga.

 ilustrasi corona foto: ist

Namun, sebelum sampai ke rumah mereka telah mandi dan membersihkan diri. Harapannya hal-hal yang bersifat bisa menularkan penyakit sudah hilang sebelum pulang. Mereka akan kembali ke rumah dengan kondisi yang diyakini sudah bersih. Para tenaga medis inipun telah berupaya untuk menghindarikan diri dari tertularnya penyakit. Namun tugas mereka harus dijalankan dan terpaksa bersentuhan dengan pasien,

“Mereka itu pulang sudah bersih. Mereka juga punya keluarga dan tahu dirinya juga hindari tertular virus apalagi pada keluarganya. Percayalah masyarakat, tenaga medis saat pulang sudah dalam keadaan bersih,” ujar Sultan.

Untuk mengantisipasi adanya penolakan seperti ini, Pemda DIY sudah melakukan rapat koordinasi. Hasilnya Asrama haji yang ada di ringroad utara, Sleman akan dipakai untuk tempat isolasi. Selain itu mereka juga diminta untuk mengisolasi di tempat sendiri.

Mendasar pada keputusan Menteri Dalam Negeri, setiap Kalurahan diminta untuk menyiapkan tempat isolasi sendiri. Pemda DIY siap mendukung dari sisi suplemen untuk dikonsumsi bagi yang menjalani masa karantina. Harapannya kondisi fisik sehat dan dia tidak kena.

Baca Juga: Masih Banyak Warga Tidak Patuh Aturan Pemerintah untuk Lawan Corona 

Pemerintah, tidak bisa mengatakan untuk tidak boleh pulang. Pemerintah membuka ruang, bagaimana warga perantauan tetap bisa kembali. Tinggal bagaimana isolasi dan kesediaan para pendatang untuk berdiam diri selama 14 hari.

“Untuk di Asrama Haji akan ditanggung oleh Dinas,” jelasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini