MADRID - Perdana menteri Spanyol pada Kamis (9/4/2020) memperingatkan bahwa penguncian (lockdown) skala nasional terkait pandemi virus corona (COVID-19) yang tengah diberlakukan kemungkinan diperpanjang hingga Mei, meski angka kematian di negara itu menunjukkan tren melambat.
Berbicara di depan parlemen, sebagian melalui panggilan video, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan data terbaru menunjukkan bahwa Spanyol mulai mendekati penurunan pandemi, dan wabah mulai terkendali, demikian diwartakan Reuters, Jumat (10/4/2020).
Anggota parlemen menyetujui perpanjangan keadaan darurat, yang melarang orang meninggalkan rumah kecuali untuk bekerja, membeli makanan atau obat-obatan, selama 15 hari hingga 26 April, serta tiga dekrit ekonomi dan ketenagakerjaan terkait epidemi virus corona. Spanyol pertama kali mengumumkan keadaan darurat Covid-19 pada 14 Maret.
Setelah dua hari meningkat, angka kematian harian virus corona di Spanyol pada Kamis menurun menjadi 683 orang, menjadikan total korban meninggal 15.238, kedua terbesar setelah Italia. Saat ini Spanyol memiliki 152.446 kasus Covid-19 yang dikonfrimasi, naik dari 146.690 yang dilaporkan sehari sebelumnya.
Sanchez mengatakan langkah-langkah untuk mengekang penyakit COVID-19 yang diberlakukan telah membantu menyelamatkan banyak nyawa dan memangkas peningkatan infeksi baru harian dari 22% menjadi 4%.
"Semua negara Eropa terlambat tetapi Spanyol bertindak lebih awal," katanya.
Namun, dia memperingatkan akibat buruk pandemi Covid-19 bagi perekonomian Spanyol. Sanchez mendesak semua pihak di Spanyol untuk mendukung kebijakan rekonstruksi ekonomi guna mengatasi dampak tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.