MAKASSAR - Sekitar 24 anggota jamaah tabligh yang merupakan warga negara India, menjalani rapid test virus corona (Covid-19), di Masjid Jami’ Al Hidayah, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pun langsung memerintahkan agar seluruh jamaah melakukan isolasi mandiri di Markas Dakwah Masjid Jami Al Hidayah, termasuk melakukan penyemprotan disinfektan secara keseluruhan di seluruh area markas.
"Kami telah memerintahkan lurah, binmas dan babinsa untuk melakukan pengawasan kepada WNA yang melakukan isolasi mandiri. Kita juga telah menyiapkan kebutuhan pangan mereka, dengan memberikan paket sembako," kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dikonfirmasi, Senin (13/4).
Bupati Adnan pun memastikan, anggota jamaah tabligh tersebut bukan kelompok jamaah yang bermarkas di Jalan Kerung-Kerung, Makassar ataupun kelompok Ijtima 2020 di Pakkatto, beberapa waktu lalu.
"Bukan dari peserta Ijtima," tegasnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Samata, dr. Rahma mengatakan, seluruh jamaah tabligh telah menjalani isolasi mandiri. Sementara salah satu di antaranya, dari hasil pemeriksaan ditemukan memiliki gejala klinis masih akan dipastikan, apakah dari hasil swab positif atau tidak.
Baca juga: Evaluasi Hari Keempat PSBB, Anies: Pegerakan Masyarakat dari Luar Jakarta Tinggi
"Besok dan lusa tim puskesmas akan datang mengambil swab untuk memastikan hasilnya apakah betul positif," ucapnya.
Sementara itu, panitia penerima tamu luar negeri, Ustad Gazali mengatakan, 24 anggota jamaah yang datang terbagi dalam tiga kelompok.

Riwayat perjalanannya, mereka datang ke Indonesia pada 20 Desember 2019, Kemudian pada 26 Januari 2020 mereka melakukan perjalanan ke Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan syiar.
“Pada 26 Maret ke-24 anggota jamaah tabligh ini masuk ke Kabupaten Gowa untuk melaksanakan kegiatan yang sama, namun karena situasi yang tidak memungkinkan sehingga tidak melaksanakan giat tersebut sampai saat ini," jelasnya.
Kepulangan jamaah dijadwalkan dilakukan secara bergiliran, sesuai dengan kelompok masing-masing, mulai 10 hingga 13 Mei 2020. Namun pihaknya mengkhawatirkan akan terjadi penundaan karena hingga saat ini India dalam status lockdown.
Sementara, 24 anggota jamaah tabligh ini visanya akan berakhir pada 16 April 2020.
"Mereka ini sudah melakukan pengurusan dan telah ada penyampaian dari pemerintah kepada Kedubes India untuk mengurus kepulangan mereka, yang saat ini ada di Markas Dakwah Masjid Jami’ Al Hidayah. Mereka pun sudah masuk dalam pantauan Imigrasi Sulsel," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.