Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Percepat Tes Corona, Pemkot Bandung Siapkan Lab Biosafety Level 2

CDB Yudistira , Jurnalis-Selasa, 14 April 2020 |21:18 WIB
Percepat Tes Corona, Pemkot Bandung Siapkan Lab Biosafety Level 2
Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung sedang menyiapkan ruangan di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) sebagai Laboratorium Biosafety Level (BSL 2). Laboratorium ini untuk mempercepat pendeteksian corona virus disease (covid-19) melalui metode polymerase chain reaction (PCR).

"Peninjauan hari ini dalam rangka mencari tempat laboratorium untuk BSL 2, kerja sama dengan ITB. Mereka sebagai konsultannya, pengadaannya dari Pemkot Bandung," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial usai meninjau RSKIA, Selasa (14/4/2020).

Ia mengatakan laboratorium di RSKIA yang bekerja sama dengan ITB tersebut untuk memasifkan pemeriksaan PCR yang saat ini sangat dibutuhkan guna mendeteksi covid-19.

"Saat ini kita butuh banyak, karena baru ada satu, itu mengakibatkan antrean. Ini juga agar pemeriksaan yang kita lakukan juga lebih masif," katanya.

Oded pun berharap dengan Laboratorium BSL 2 tersebut bisa mendapat peta sebaran covid-19 untuk mengantisipasi persebarannya di Kota Bandung.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Kemudian dengan adanya Lab BSL 2 juga merupakan salah satu upaya Pemkot Bandung melawan pandemi covid-19. Termasuk bagian dari menghadapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sedang direncanakan.

"Menghadapi PSBB ini, sebetulnya kita sudah melakukan seperti belajar di rumah, kerja di rumah. Namun dengan adanya PSBB ini akan lebih masif lagi, ada kekuatan hukum untuk mengajak masyarakat lebih menekankan hal tersebut," lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan PCR untuk mengonfirmasi sesorang positif covid-19. Namun saat ini ada antrean di laboratorium sehingga mengakibatkan lonjakan kasus positif.

"Lonjakan tinggi yang positif itu bukan berarti penambahan di hari itu banyak. Tetapi karena hasil labnya baru keluar di hari tersebut," katanya.

Menurut Rita, Dinkes Kota Bandung pun sedang menelusuri atau tracing orang dalam pengawasan (ODP). Penelurusan ini dibagi berdasarkan wilayah puskesmas.

"Sedang dikerjakan oleh kita tracing ODP ke semua kluster, terutama seperti yang kemarin GBI dan HIPMI, tetapi yang paling banyak itu GBI," ucapnya.

Ia menjelaskan, setelah ODP ditanyatakn positif melalui rapid test, maka ditindaklanjuti dengan swab test. Dengan pemakaian rapid test yang rutin tersebut, jumlahnya pun dinilai masih kurang.

"Dengan 3.300 rapid test, tentunya masih kurang. Kami pun sudah menyampaikan ke provinsi. Kalau memang habis bisa diajukan kembali," katanya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement