RSUD Lebak, Banten tetap melayani warga seperti biasa. Pelayanan berjalan normal meskipun salah seorang dokternya dinyatakan positif terpapar corona virus disease (covid-19).
Firman Rahmatullah, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak menjelaskan, pelayanan tetap berjalan. Sang dokter dinyatakan positif terpapar virus corona atau covid-19 dari hasil swab test yang dikeluarkan RSUD Banten pada Selasa kemarin.
"Memang betul ada salah satu dokter yang dinyatakan positif, akan tetapi kami pastikan bahwa pelayanan rumah saki tetap berjalan dengan normal, RS tetap melayani masyarakat seperti biasa," tegasnya.
Firman juga meminta warga masyarakat Kabupaten Lebak dan sekitarnya tidak panik menanggapi kabar ini.
"Mengapa tidak perlu panik? Karena dokter yang bersangkutan bukan terpapar dari pasien RSUD Lebak. Sampai hari ini Lebak masih terkonfirmasi negatif kasus covid-19," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dokter yang telah dinyatakan positif tersebut merupakan penduduk DKI Jakarta, tepatnya berdomisili di Sunter, Jakarta Utara, dan sehari-hari pergi-pulang menggunakan KRL. Ia diduga terpapar dari keluarganya yang berada di Jakarta.
"Kami memperoleh informasi kalau sebelumnya dokter merawat orangtuanya yang meninggal dunia dan kabarnya karena terkena covid-19. Memang ini masih didalami informasinya."
Manajemen RSUD Lebak sendiri, kata Firman, telah melakukan antisipasi dengan mengistirahatkan dokter yang bersangkutan sejak 28 Maret untuk kemudian melakukan isolasi mandiri.
"Jadi sejak 28 Maret sudah tidak bertugas karena menjalani isolasi mandiri. Kemudian pada 2 April dilakukan rapid test, tetapi hasilnya negatif."
Namun karena adanya keluhan demam, flu, dan sesak, dokter tersebut kemudian kemudian dirujuk ke RSUD Banten dan melakukan swab test. Dua minggu hasil swab keluar dan dinyatakan positif.
"Saat ini dokter tersebut masih diisolasi di RSU Banten dalam kondisi baik, kita doakan semoga bisa sehat walafiat hingga negatif," harap Firman.
Guna antisipasi terjadinya persebaran dari dokter tersebut, disampaikan Firman, telah melakukan tracking ke orang-orang yang kontak langsung dengan sang dokter.
"Alhamdulillah setelah melakukan tracking ke rekan-rekan Beliau dan juga tempat kosnya. Tidak ada satu pun yang menunjukkan gejala ke arah covid-19 karena memang tidak ada yang melakukan kontak erat maupun sangat erat," jelasnya.
(Fetra Hariandja)