Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhatan Bupati Bogor Soal PSBB dan Virus Corona

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Rabu, 15 April 2020 |14:16 WIB
 Curhatan Bupati Bogor Soal PSBB dan Virus Corona
Foto: Illustrasi Okezone.com
A
A
A

BOGOR - Mulai hari ini, Kabupaten Bogor menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari ke depan. Semua kegiatan di tempat umum akan dibatasi sesuai aturan yang telah ditetapkan.

"Saya mengerti PSBB ini akan banyak menimbulkan masalah. Sebab untuk sementara ini warga akan dibatasi pergerakannya. Tidak sedikit warga yang tidak bisa mencari nafkah seperti biasa, tidak bisa ngerumpi seperti biasa, tidak bisa silaturahmi dengan kerabat dan sanak saudara seperti biasa, bahkan solat Jumat ke masjid atau beribadah ke gereja seperti biasa pun tidak bisa. Kalau bisa harus melalui media komunikasi internet," kata Bupati Bogor, Ade Yasin, dalam keterangannya, Rabu (15/4/2020).

Situasi pun kian berat, karena tidak sedikit warga Kabupaten Bogor dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran perusahaan atau tempatnya bekerja terimbas virus corona.

"Saya atau siapa pun sesungguhnya tidak ingin PSBB. Saya ingin warga Kabupaten Bogor lincah bergerak mencari nafkah, bersilaturahmi dan beribadah sebagaimana mestinya. Tetapi, saya harus melakukan PSBB karena faktanya sudah cukup banyak warga yang meninggal karena corona, tidak sedikit yang masuk dalam status orang dalam pengawasan dan tidak sedikit pula yang berada dalam status pasien dalam pengawasan di rumah sakit," ungkapnya.

 Korban Covid-19

Ade Yasin menambahkan, pihaknya pun sudah menyiapkan beberapa rumah sakit untuk merawat pasien virus corona. Tetapi, seiring berjalannya waktu pasien terus bertambah sehingga kapasitas rumah akit dan tenaga medis tidak akan mencukupi.

"Harus saya katakan bahwa sumber corona di Indonesia berasal dari Jakarta. Sementara kita di Kabupaten Bogor sangat berdedatan dengan Jakarta dan tidak sedikit warga Kabupaten Bogor yang bekerja di Jakarta. Karena itu saya sadar sesadar-sadarnya warga Kabupaten Bogor sangat rentan tertular virus corona dan yang tertular kebanyakan karena berinteraksi ke Jakarta," bebernya.

Karena itu, lanjut Ade Yasin, pihaknya menerapkan PSBB untuk membatasi pergerakan warganya demi menekan jumlah penularan virus corona.

"Dengan berat hati saya harus melaksakan PSBB, saya harus membatasi pergerakan warga agar untuk sementara tidak dulu bepergian, tidak dulu berkumpul, tahan dulu keinginan bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan handai taulan dan lainnya," jelasnya.

Dia mengajak, semua warga Kabupaten Bogor untuk saling menjaga, saling tidak menularkan dan sama-sama memutus mata rantai penularan virus yang mematikan itu. Tidak lain pelaksanaan PSBB semata-mata untuk mencegah dan menghentikan penularan dan memutus mata rantai penularan corona.

"Pemerintah Kabupaten Bogor juga sudah menyiapkan bantuan sosial untuk warga yang mengalami kesulitan atau warga yang terdampak virus corona. Bantuan sosial itu mulai dibagikan hari Rabu ini. Bantuan sosial itu dibagikan kepada semua warga yang membutuhkan," ucap Ade Yasin.

Dengan bantuan itu, ia berharap dapat membantu sedikit beban kehidupan warganya yang terdampak secara ekonomi dari wabah virus corona ini.

"Saya berharap warga Kabupaten Bogor tidak ada yang tidak makan, tidak ada yang kelaparan karena corona. Bagi yang belum mendapat bantuan sosial segera lapor ke ketua RT atau ketua RW atau bisa melapor langsung kepada saya. Oleh sebab itu tinggallah di rumah untuk sementara. Berat memang, tetapi itu lebih baik dari pada tertular corona yang pasti akan sangat berat dalam segala hal," tutupnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement