Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gandeng Swasta, Gugus Tugas Sebut Bisa Periksa 8.000 Spesimen Per Bulan

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Kamis, 16 April 2020 |14:28 WIB
Gandeng Swasta, Gugus Tugas Sebut Bisa Periksa 8.000 Spesimen Per Bulan
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta guna bisa melakukan pengadaan laboratorium pemeriksaan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengungkapkan bahwa laboratorium itu nantinya akan ditargetkan mampu melakukan pemeriksaan terhadap 8.000 spesimen per bulan.

"Hari ini gugus tugas dapatkan dukungan dari Kalbe Farma yang sediakan laboratorium pemeriksaan PCR untuk penderita covid dengan kapasitas 8.000 tes per bulan ini gratis untuk rumah sakit rujukan ini kerjasama Kalbe Farma dengan gugus tugas," kata Lilik dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Sementara itu, Direktur Kalbe Farma. Tbk Sie Djohan mengungkapkan bahwa tes PCR yang melalui anak perusahaan Kalgen Innolab itu sudah menyediakan layanan service untuk pemeriksaan Covid-19.

"Yang merupakan gold standar untuk pemeriksaan Covid-19 dengan mendeteksi RNA virus Sars-Cov2 yang menjadi standar baku pemerintah Indonesia dan WHO," ujar Djohan kesempatan yang sama.

Menurut Djohan, sebagai laboratorium pemeriksaan Covid-19 Kalgen Innolab tidak melayani pasien perorangan. Tetapi hanya menerima sampel dari rumah sakit khususnya rumah sakit rujukan Covid-19. "Pengambilan sampel dari swab, usapan hidung dan tenggorokan akan dilakukan di rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut," ucap Djohan.

Baca Juga : Antisipasi PHK Akibat Corona, Megawati Dorong Program Padat Karya

Di sisi lain, Djohan menyebut untuk kapasitas dewasa ini Kalgen Innolab baru memeriksa 140 tes perhari sehingga dalam sebulan bisa menguji 4.000 spesimen. "Akan segera kami tingkatkan menjadi 8.000 tes per bulan setelah mesin ekstraksi otomatis kami tiba di Jakarta," tutur Djohan.

Menurut Djohan, hasil pemeriksaan laboratorium Kalgen Innolab akan diketahui dalam waktu 24 jam sejak sampel diterima. "Atau sampel yang masuk hari ini hasilnya akan bisa diketahui ke eseokan harinya," tutup Djohan.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement