Share

Putri Arab Saudi Memohon Dibebaskan dari Penjara Setelah Diculik dan Ditahan Sewenang-wenang

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 17 April 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 18 2200605 putri-arab-saudi-memohon-dibebaskan-dari-penjara-setelah-diculik-dan-ditahan-sewenang-wenang-t5TQ71800j.jpg Putri Basma binti Saud. (Foto: Getty)

SEORANG putri Arab Saudi terkemuka, Basma binti Saud mengunggah permohonan di akun Twitter, meminta pamannya, Raja Salman bin Abdulaziz untuk membebaskannya dari penahanan. 

Dalam satu cuitan Putri Basma binti Saud mengatakan dia "ditahan secara sewenang-wenang di Penjara al-Hair" dan bahwa "kesehatannya memburuk". Cuitan lain lain meminta raja dan putranya Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk meninjau kembali kasusnya, dan membebaskannya “karena dia tidak bersalah".

Sejauh ini belum ada komentar langsung dari otoritas Arab Saudi mengenai cuitan sang putri.

Namun, sejumlah bangsawan terkemuka Saudi telah ditahan dalam beberapa tahun terakhir.

Putri Basma (56), adalah putri bungsu Raja Saud, yang memerintah Arab Saudi antara 1953 dan 1964.

Dia telah memantapkan dirinya selama bertahun-tahun sebagai advokat terkemuka dalam keluarga kerajaan Saudi untuk masalah kemanusiaan dan reformasi konstitusi.

Tahun lalu, ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa dia telah ditempatkan di bawah tahanan rumah bersama dengan salah satu anak perempuannya. Kantor berita Jerman, Deutsche Welle, mengutip sebuah sumber yang dekat dengannya mengatakan bahwa dia telah ditahan karena dicurigai mencoba melarikan diri dari Arab Saudi.

Sang putri juga belum terlihat atau terdengar sejak berbulan-bulan, demikian diwartakan BBC, Jumat (17/4/2020).

"Seperti yang Anda ketahui (?) Saya saat ini ditahan secara sewenang-wenang di penjara Al-Ha'ir tanpa kriminal, atau tuntutan apa pun terhadap saya pribadi," demikian isi salah satu tweet yang ditujukan kepada Raja Salman yang diposting di akun tervirifikasi Putri Basma pada Rabu (15/4/2020).

"Kesehatan saya memburuk sampai tingkat yang parah, dan itu bisa menyebabkan kematian saya. Saya belum menerima perawatan medis atau bahkan balasan surat-surat yang saya kirim dari penjara ke Pengadilan Kerajaan. Saya diculik tanpa penjelasan bersama dengan salah satu anak perempuan saya, dan dijebloskan ke penjara."

Permohonan itu di-retweet oleh akun kantor media sang putri yang diverifikasi, bersama dengan tautan ke beberapa artikel tentang dugaan penahanannya tahun lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini