JAKARTA – Seorang perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Nurdiansyah, menceritakan pengalamannya selama merawat pasien yang terpapar corona virus disease (covid-19). Ia memaparkan teknis penanganannya, mulai awal pasien pertama virus corona hingga kini yang jumlahnya terus meningkat.
"Di awal Maret itu kita dibagi beberapa tim, karena memang RSPI Sulianti Saroso sudah menjadi rujukan covid-19. Kita ketika di ruangan melakukan perawatan pasien menggunakan APD lengkap. APD lengkap dari atas sampai bawah," ungkap Nurdiansyah saat konpers yang ditayangkan oleh akun Youtube BNPB, Minggu (19/4/2020).
Ia bersyukur selama menangani pasien covid-19 sudah dilengkapi dengan APD mulai dari sepatu booth coverall, google, hingga masker N-95. Dalam menangani pasien, bebernya, RSPI Sulianti Saroso sudah dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) di setiap kamar.
"Nah di sini kita bisa pantau kondisi pasien dari monitor. Setelah itu baru kita menyiapkan kebutuhan pasien. Apakah pasien mau ganti baju, kemudian apakah pasien harus ganti infus, itu kita siapkan semuanya," katanya.

Nurdiansyah menjelaskan, ada dua hingga tiga perawat yang menangani satu ruangan pasien di RSPI Sulianti Saroso. Dalam menangani pasien, sambungnya, butuh waktu sekira 30 menit hingga 1 jam.
"Jadi satu pasien itu bisa sejam kalau misalnya pasiennya tindakannya banyak, misalkan dia harus pasang infus terus kemudian ada pemeriksaan EKG atau jantung. Nah, ini yang kita lakukan ke pasien itu bisa sejam paling cepat 30 menit. Artinya, kita pegang pasien itu di dalam bisa 3 jam lebih," paparnya.
Ia juga mengisahkan bahwa ada pasien yang bisa ditangani hingga 4 jam. Biasanya, kata Nurdiansyah, pasien tersebut masih dalam kondisi yang syok atau ketakutan. Oleh karena itu, perawat lebih banyak membantu pasien tersebut dengan memberi motivasi.
"Pernah juga teman saya yang sampai 4 jam karena memang ada pasien yang dia masih tidak berani kalau kita keluar. Jadi kita benar-benar motivasi pasien, mental pasien kita kuatkan agar imunitasnya kuat, sampai pasien itu pegang tangan kita," katanya.
"Kemudian ketika sesak, dia akan kita berikan penguatan, kita ajarkan teknik napas dalam agar dia rileks. Kemudian kita arahkan agar menonton hal-hal yang positif karena di kamar pasien ada TV, jadi kita anjurkan menonton hal-hal yang positif begitu," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.