JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan 1441 Hijriah biasanya umat Islam menjalankan tradisi ziarah mendatangi kubur atau nyekar. Mereka secara bersama-sama mendatangi pusara sanak saudara yang terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta.
Dari atas makam, keluarga yang masih hidup di dunia memanjatkan doa-doa untuk bulan suci yang penuh keberkahan. Selanjutnya aneka kembang dan air mawar ditaburkan di atas makam.
Di antara lokasi paling banyak dikunjungi peziarah yakni Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Setiap harinya bisa ratusan bahkan ribuan peziarah datang untuk nyekar jelang Ramadan.
Namun di tengah pandemi corona virus disease atau covid-19, sejumlah aturan yang melarang masyarakat berkumpul, membuat TPU ini sepi pengunjung. Tentunya hal tersebut sangat berdampak terhadap para penjual bunga tabur di sekitar makam.
Seperti dialami, Saiful (47). Ia mengatakan omzet penjualan aneka bunga, termasuk bunga tabur, pada tahun ini sangatlah merosot.
"Sejak ada virus corona jualan bunga tabur untuk orang ziarah sangat ancur. Ini pertama kali saya rasakan selama puluhan tahun jualan bunga di makam," ucapnya, Minggu (19/4/2020).

Dia menuturkan, satu pekan sebelum Ramadan biasanya banyak pedagang bunga tabur dadakan yang menggelar dagangannya di tepi jalan menuju makam. Tapi saat ini, ungkap Saiful, tidak hanya pedagang bunga dadakan, sejumlah pemilik kios bunga yang menetap lebih memilih tutup ketimbang memaksakan berjualan.
"Ini bisa dilihat sepi sekali TPU dari peziarah. Banyak kios yang tutup. Mau jual apa lagi? Biasanya banyak pedagang bunga dadakan, sekarang tidak ada," jelasnya.
Hal senada diucapkan Suminah (53). Ia mengatakan sepekan jelang Ramadan merupakan panen raya bagi pedagang bunga di sekitaran TPU. Dalam satu hari dia biasa untung jutaan rupiah dari hasil usahanya berjualan bunga.
"Bunga tabur hari biasa Rp5.000 sampai Rp 10.000. Tapi kalau mau bulan puasa dijual dengan harga Rp25.000 dibeli. Bisa jutaan untung per harinya," tutur dia.
Menurut Suminah, tahun ini merupakan masa sulit untuk meraup untung besar, bahkan terancam gulung tikar.
Sebab adanya aturan yang melarang orang keluar rumah karena wabah virus Covid-19 membuat peziarah enggan berbondong-bondong ke TPU.
"Pasrah saja. Mau gimana lagi? Kalau harus tutup ya tutup, ganti usaha, atau gimana nanti. Semoga masalah ini cepat selesai dan semua kembali biasa lagi," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.