
“Setelah kami melakukan telusur terhadap kejadian ini, terdapat beberapa peningkatan ini terjadi di beberapa lokus. Yang pertama terdapat di lokus kelompok dokter bedah, jadi ini salah satunya adalah terlambatnya identifikasi pasien Covid-19 itu sendiri sehingga diketahui setelah dilakukan operasi,” terang Agus.
“Kemungkinan kedua, sebetulnya di kelompok bedah ini sebenarnya ada di kelompok obgyn. Di kelompok dokter obstetri ini memang sudah teridentifikasi pasien ini positif. Hamil dan dilakukan operasi. Beberapa kemungkinan kelemahan yang harus kita kaji untuk perbaikan di masa yang akan datang,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.