MALANG – Dalam Sepekan terakhir ini hadir kabar bahagia terkait kesembuhan sejumlah pasien corona virus disease (covid-19) di berbagai daerah di Provinsi Jawa Timur. Tercatat ada tiga pasien dari tiga lokasi yang dinyatakan sembuh dan memberikan testimoninya.
1. Tak Percaya Tertular, Pasien Sembuh di Kota Batu Akhirnya Sembuh
Perempuan berinisial D asal Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, ini menjadi salah satu pasien sembuh dari Kota Batu. Perempuan yang bekerja di salah satu hotel berbintang di Kota Batu ini awalnya tidak percaya dinyatakan positif virus corona setelah dilakukan swab test.
"Pihak puskesmas menelepon saya katanya berkunjung ke kos. Katanya mau memberikan informasi-informasi gitu. Sampainya ke kos, saya diinfokan bahwa saya terkena covid-19. Saya dinyatakan positif. Perasaan saya panik saja, syok gitu. Masak? Enggak percaya saja. Saya tanpa gejala. Saya merasa sehat-sehat saja, dan ternyata dinyatakan positif," ucap D melalui video perbincangan yang diterima Okezone, Rabu 15 April 2020.
Ia mengisahkan perjuangannya berjuang melawan virus corona yang tanpa gejala klinis di tubuh. Selain dari keluarga, D juga mendapat dukungan dari teman-teman kerjanya supaya bisa menumbuhkan pikiran positif untuk sembuh.
"Karena kesembuhan itu menurut saya tergantung dari gimana cara berpikir kita, maka dari itu berpikirlah positif. Bahwa saya bisa sembuh. Saya cuma dikasih vitamin C sama vitamin B. Enggak ada perlakuan khusus dan penggunaan alat medis, karena saya enggak ada gejala," bebernya.
Dukungan dari orang-orang terdekat dan para tenaga medis yang terus memberikan semangat membuat D tergerak terus melawan penyakitnya. D akhirnya berhasil sembuh dan telah pulang usai menjalani perawatan di ruang isolasi selama 15 hari di Rumah Sakit Karsa Husada Batu.
2. Gotong Royong Warga Sembuhkan Pasien Corona di Magetan
Tanggung jawab EL sebagai anak mengharuskan ia merawat ayahnya yang divonis terjangkit virus corona. Bahkan sang ayah meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari sanalah ia sekeluarga akhirnya dinyatakan tertular corona. Sempat kaget, namun karena telah siap dengan mental kabarnya, ia pun tak terlalu memikiran.
Sang ibu yang positif corona dilarikan ke RSUD dr Soedono Madiun. sementara EL yang tanpa gejala menjalani isolasi mandiri di rumah.
Di sinilah ia mengisahkan rasa kegotongroyongan warga di lingkungan tempat tinggalnya yang memberikan dukungan luar biasa untuk kesembuhannya.
"Saat isolasi mandiri ini tetangga kami memberikan dukungan yang sangat besar kepada kami. Jadi walaupun menjaga jarak dengan kami, mereka tetap menunjukkan solidaritas dan menawari apa yang kami butuhkan. Misalnya sayuran, lauk pauk, makanan, sampai masker mereka berikan ke kami dengan dicantolkan di pagar rumah," jelas Endang saat video konferensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Diakuinya langkah itu cukup membantu ia sekeluarga. "Kami tidak bisa keluar rumah, maka mereka yang membelikan semuanya. Dari sana kami sekeluarga semangat untuk bisa sembuh," paparnya.
Tidak hanya warga sekitar di Dusun Panasan, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, tempatnya tinggal yang memberikan dukungan; sejumlah tim medis hingga office boy di rumah sakit yang merawat keluarganya tidak pernah berhenti memberikan semangat kepada EL sekeluarga yang terjangkit corona.
3. Sempat Berpikir Meninggal, Pasien Corona di Ponorogo Mampu Sembuh
Kabar bahagia juga datang dari pasien 04 virus corona yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya pasien yang berkomunikasi dengan Bupati Ipong Muchlissoni itu tak pernah membayangkan pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya membuatnya tertular penyakit corona. Bahkan karena stresnya, pasien dengan kode 04 ini sempat berpikiran jika corona mampu membuatnya meninggal.
"Waktu pertama kali masuk (rumah sakit) saya merasa stres, takut corona kalau sampai meninggal bagaimana," ujar pasien tersebut.
Namun dorongan semangat dari anak, keluarga, kolega, hingga tenaga medis di RSUD dr Harjono Ponorogo membuatnya tergerak untuk melawan penyakit yang belum ada obatnya tersebut.
"Selanjutnya saya dikirim bacaan doa oleh anak saya, akhirnya saya pasrah dan tidak boleh stres. Banyak makan dan minum serta dapat dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan Kadinkes. Itu yang jadi penyemangat saya sembuh," tuturnya.
Ia mengaku lega dan senang bisa pulih dari corona. "Rasanya sudah lega, lebih tenang, bersyukur sudah dinyatakan sembuh. Secara fisik tidak ada keluhan sama sekali," imbuhnya.
Dirinya pun turut berpesan kepada pasien positif corona lainnya yang masih dirawat untuk tetap bersemangat menjalaninya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.