Menyamar Jadi Polisi, Pria Bersenjata Bantai Sedikitnya 13 Orang di Kanada

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 20 April 2020 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 18 2201774 menyamar-jadi-polisi-pria-bersenjata-bantai-sedikitnya-13-orang-di-kanada-4zlWnyAx6I.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HALIFAX - Seorang pria bersenjata yang mengenakan seragam polisi menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk seorang perwira Nova Scotia, Kanada, pada Sabtu (18/4/2020). Ini merupakan penembakan massal terburuk yang terjadi di Kanada dalam setidaknya tiga dekade terakhir.

Dilaporkan BBC, amukan pria itu berlangsung selama 12 jam sebelum berakhir dengan pengejaran mobil, keesokan harinya. Pelaku yang diidentifikasi sebagai Gabriel Wortman, seorang dokter gigi berusia 51 tahun tewas dalam kejadian itu.

Polisi Kanada (RCMP) mengatakan, pelaku mengenakan seragam polisi, bahkan memodifikasi mobilnya sehingga mirip dengan mobil polisi.

Aksi pelaku baru diketahui polisi pada Sabtu malam setelah muncul laporan tentang tembakan di sebuah rumah di Portapique, kota pantai kecil sekira 130 km sebelah utara Ibu Kota Provinsi Nova Scotia, Halifax.

"Ketika polisi tiba di lokasi, anggota menemukan beberapa korban di dalam dan di luar rumah," kata Chris Leather, petugas operasi kriminal Nova Scotia RCMP sebagaimana dilansir Reuters, Senin (20/4/2020).

Beberapa bangunan di kota itu terbakar dan polisi terlibat baku tembak dengan Wortman di satu titik. Pelaku juga diketahui membunuh beberapa orang di lokasi lain.

Menurut keterangan polisi, sedikitnya 13 orang tewas, meski jumlah pastinya belum diketahui. Polisi mengatakan korban jiwa mungkin lebih banyak dari yang dilaporkan.

Pembantaian itu adalah yang terburuk di Kanada sejak seorang pria bersenjata membunuh 15 wanita di Montreal pada Desember 1989. Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada, yang memiliki undang-undang kontrol senjata yang relatif ketat dibandingkan negara tetangganya, Amerika Serikat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini