Pemkot Malang Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan dan Rekreasi

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 21 April 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 519 2202818 pemkot-malang-perpanjang-penutupan-tempat-hiburan-dan-rekreasi-2apFDTY215.jpg Foto: Okezone.com/Avirista

KOTA MALANG - Pemkot Malang memperpanjang kebijakan penutupan tempat hiburan, tempat rekreasi, serta pembatasan jam operasional dari sebelumnya hingga 21 April 2020 menjadi hingga 5 Mei 2020.

Walikota Malang Sutiaji mengatakan, pembatasan ini disebut lantaran masih dalam status tanggap darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020 mendatang.

"Iya, penutupan tempat hiburan dan pembatasan aktivitas keramaian diperpanjang sampai tanggal 5 Mei," ujar Sutiaji saat ditemui wartawan, Selasa (21/4/2020).

Ia menambahkan, perpanjangan penutupan hiburan dan kebijakan pembatasan akses tempat usaha didasari dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang terbaru, Nomor 13 Tahun 2020 tentang Kesiapsiagaan Dunia Usaha Menghadapi Covid-19.

 PSBB

Sebelumnya, berdasarkan SE Wali Kota Malang No 10 Tahun 2020 masa pembatasan aktivitas bagi pelaku usaha dan tempat hiburan berlaku hingga 21 April 2020. Dengan kebijakan baru ini, maka masa penutupan dan akses pembatasan keramaian diperpanjang selama 2 minggu ke depan.

Beberapa tempat yang dilakukan penutupan itu seperti, tempat hiburan, bioskop, permainan ketangkasan, fitnes center, panti pijat, warung internet, biliar dan sejenisnya ditutup sejak berlakunya surat ini yakni 21 April 2020 sampai dengan 5 Mei 2020.

Kemudian, restorant, warung makan, pedagang kaki lima, dan tempat kuliner lainnya serta pelayanan toko swalayan dan sejenisnya, hingga tempat usaha perdagangan lainnya dibatasi mulai pukul 07.00 - 20.00.

Sementara, pusat perbelanjaan seperti Ramayana, Matahari Department Store, Malang Town Square, dan sejenisnya diimbau untuk ditutup. Apabila ada tenant yang tetap beroperasi maka dilakukan pembatasan sosial dan buka diantara pukul 07.00-20.00.

Kabag Humas Kota Malang Nur Widianto, menambahkan masa berlaku aturan tersebut masih ada kemungkinan akan terus diperpanjang. Hal itu tergantung pada situasi dan kondisi selama masa kedaruratan Covid-19.

"Surat Keputusan Kepala BNPB tentang masa gawat darurat covid 19 sampai tanggal 29 Mei 2020, sementara kita semua juga belum bisa memperkirakan wabah ini berakhir. Maka masa penanganan dan pencegahan harus siap kita hadapi, termasuk perpanjangan instrumen yang telah Pemkot keluarkan," jelasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini