KULONPROGO – Seorang warga Pedukuhan Menguri, Kelurahan Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, DIY rela mengasingkan diri di tengah hutan yang jauh dari permukiman penduduk.
Langkah itu dilakukan Poniran (43), sebagai bentuk isolasi mandiri untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Setelah 14 hari melakukan isolasi mandiri dan benar-benar dinyatakan bebas tidak membawa virus, ia baru akan diperkenankan berkumpul bersama keluarga di rumahnya.
Sudah sekitar satu minggu Poniran mengisolasi diri di hutan. Poniran merupakan warga yang baru saja pulang kampung dari Jakarta. Sejak pandemi Covid-19, ia diliburkan oleh perusahaan tempatnya bekerja di ibu kota sehingga memilih pulang ke kampung halaman.
Dia mengisolasi diri secara mandiri dengan membuat gubuk sederhana beratap terpal plastik dan berlantaikan tanah di tengah hutan di Pedukuhan Menguri. Hidup serba terbatas harus dilalui demi kesehatan pribadi dan orang-orang yang dicintainya.

Poniran kesehariannya tidur dalam gubuk berukuran 2x3 meter beratap terpal warna biru. Ia terpaksa tinggal di sana untuk sementara waktu. Untuk kebutuhan makan, pihak keluarga selalu menyediakan tiap hari tanpa mengabaikan aturan social distancing.
Di gubuk tersebut juga terdapat tempat khusus yang disediakan untuk meletakkan makanan dan minuman. Untuk keperluan mandi, tak jauh dari gubuk juga terdapat sumur sehingga Poniran tak perlu repot mencari air.
Poniran mengatakan, sebelum pulang kampung ia sudah terlebih dahulu memeriksakan diri di Puekesmas Tangerang dan telah mendapat surat sehat. Demikian pula nanti setelah masa isolasi mandiri usai ia akan pula memeriksakan diri ke puskesmas setempat untuk benar-benar dinyatakan sehat. Isolasi mandiri yang dilakukan Poniran mendapat apresiasi dari banyak pihak.