Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Penumpang KRL Tertular Corona, PT KCI Siap Kerjasama dengan Pemprov Jabar Cari Solusi Terbaik

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 04 Mei 2020 |08:58 WIB
3 Penumpang KRL Tertular Corona, PT KCI Siap Kerjasama dengan Pemprov Jabar Cari Solusi Terbaik
Ilustrasi (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)
A
A
A

JAKARTA - Sebanyak tiga penumpang kereta rel listrik (KRL) perjalanan Jakarta-Bogor yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab PCR di Stasiun Bogor, Jawa Barat pada 27 April 2020 lalu.

Terkait hal itu, VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba berujar, pihaknya akan mengajak Pemprov Jawa Barat untuk mencari solusi terbaik atas ditemukannya tiga penumpang di kereta rel listrik (KRL) perjalanan Jakarta-Bogor positif Covid-19. Diharapkan, nantinya ditemukan formula terbaik atas masalah ini.

"KCI juga sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota/Kabupaten terkait untuk menemukan solusi guna bersama-sama menyaring masyarakat yang akan naik KRL," kata Anne dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Baca juga: 3 Penumpang KRL Jakarta-Bogor Positif Covid-19, PT KCI: Tetap Jaga Physical Distancing

Menurut dia, dengan adanya bantuan dari pemerintah terkait, maka penerapan physical distancing di dalam gerbong KRL akan berjalan efektif. "Sehingga physical distancing bisa tercapai lebih maksimal sementara tetap dapat melayani masyarakat yang benar-benar memerlukan transportasi publik," ujarnya.

Ilustrasi

Ia meminta seluruh pengguna KRL mulai menerapkan physical distancing di stasiun maupun dalam KRL. Sebab, pihaknya akan memulai kebijakan untuk tidak menjalankan KRL bila di dalam gerbong sudah melebihi kapasitas, yaitu 60 orang.

"Kami mengajak para pengguna untuk tetap bersabar menunggu KRL yang kosong agar tetap menjaga physical distancing," kata dia.

Ia berharap seluruh masyarakat yang masih terpaksa menggunakan KRL agar mematuhi arahan setiap petugas yang ada di dalam stasiun dan kereta. Selain itu, pihaknya juga rutin memberlakukan protokol kesehatan dengan menyemprotkan cairan disinfektan di setiap benda-benda yang sering disentuh orang banyak.

"Kami tetap berupaya meningkatkan berbagai upaya pencegahan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan prokotol pencegahan Covid-19 di transportasi publik, physical distancing, dan mengendalikan kepadatan pengguna di KRL," katanya.

Sebelumnya, sebanyak tiga penumpang KRL Commuter Line yang menjalani swab test massal di Stasiun Bogor beberapa waktu dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melalui postingan di akun Instagram pribadinya Minggu 3 Mei 2020 malam.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyebut penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa saja gagal menyusul temuan tersebut. Melalui akun twitternya, Ridwan menyebut tiga orang positif Covid-19 diketahui setelah tes swab PCR dilakukan terhadap 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta tersebut.

"Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG pembawa virus. PSBB bisa gagal," tulis Ridwan Kamil di akun twitternya @ridwankamil, Minggu 3 Mei 2020 malam.

Mantan Wali Kota Bandung yang karib disapa Kang Emil ini mengaku telah melaporkan informasi tersebut ke Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 pusat maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement