SOLO - Imbas Pandemi virus Corona atau Co vid-19 tak hanya dirasakan manusia saja. Namun hewan-hewan koleksi Kebun Binatang Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo juga ikut merasakan dampak dari Pandemi ini.
Pelan namun pasti, karena Pandemi Corona berkepanjangan ini, pakan hewan koleksi Kebun binatang kebanggaan warga Solo ini pun mulai menipis.
Menipisnya pakan hewan di kebun binatang jni disampaikan langsung oleh Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo DS.
Menurut Bimo stok pangan hewan di TSTJ kemungkinan hanya sampai bulan Mei - Juni. Sedangkan biaya yang dibutuhkan perbulannya, ungkap Bimo, sekira Rp 129 juta. Dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pakan hewan termasuk kesehatan hewan.
Sedangkan sejak adanya Pandemi ini, praktis tidak ada pemasukan. Pasalnya, sejak penerapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona, kebun binatang ini tak punya pilihan lain selain menutup sementara.
"Anggaran sebesar itu digunakan untuk membeli 54 jenis pakan binatang dan pemeriksaan kesehatan bagi 400 binatang yang dikelola oleh TSTJ," papar Bimo, Senin (4/5/2020).
Meski telah mendapatkan bantuan dari Pemkot Solo sebesar Rp 300 juta namun, ungkap Bimo masih kurang.
"Alokasi bantuan dari Pemkot Solo sebesar Rp 300 juta itu sudah dialokasikan untuk bulan Maret, Mei hingga Juni. Dan masih sangat kurang sekali untuk mencukupi seluruh kebutuhan pangan," terangnya.
Termasuk meminta bantuan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membiayai pangan hewan yang dititipkan di TSTJ inipun sudah dilakukan.
"Kami pun telah mengajukan bantuan ke sejumlah pihak termasuk kepada kementerian terkait yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena hewan-hewan di sini statusnya titipan BKSDA, itupun masih belum mencukupi"terangnya.
Karena semakin menipisnya pakan hewan di TSTJ, pihaknya pun membuka donasi untuk dibelikan pakan hewan. Langkah TSTJ yang akan membuka donasi pakan untuk hewan yang ada di kebun binatang Solo Zoo ini disambut antusias Komunitas pecinta binatang di Kota Solo.
Bersama komunitas pencinta hewan, TSTJ membuka kesempatan bagi masyarakat yang peduli terhadap keberadaan hewan-hewan di kebun binatang ini.
"Masyarakat bisa menyerahkan donasi dalam bentuk apapun. Bisa buah-buahan hingga uang tunai,"terang Bimo.
Bahkan TSTJ pun membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin mengadoosi binatang. Hanya saja diprogram adopsi ini, hewan yang telah diadopsi tidak bisa dibawa pulang. Mereka yang mengadopsi, mempunyai tanggungjawab untuk memberikan pakan hewan yang diadopsi.
"Misal seperti Gajah yang ada di Kebun binatang di Bandung. Dimana, perusahaan telekomunikasi asal Singapura ini telah mengadopsi gajah di kebun binatang tersebut. Jadi seluruh pakan gajah dipenuhi perusahaan itu. Dan nantinya di kandang gajah, akan kami tulis, gajah adopsi dari perusahaan ini," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.